Berkah Ramadan (5) Orang yang Kuat Menurut Islam

Ilustrasi: Zubairi (Redaktur Atorcator)

Siapakah orang yang kuat menurut Islam? Apakah dia yang mampu memikul berat beban di atas rata-rata, apakah dia yang memiliki otot besar, atau dia yang sering menang dalam lomba perkelahian, seperti tinju, smackdown, pancak silat dan semacamnya? Jawabannya adalah tidak.

Orang yang kuat dalam Islam adalah mereka yang mampu menahan amarahnya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam kitab Hadis Shohih Bukhori nomor 6114 dan Muslim nomor 2609 :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: “لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ“.

“Dari Abi Hurairah r.a, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ‘Orang kuat itu bukanlah orang yang jago bergulat. Akan tetapi orang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.”

Hadis selanjutnya juga terdapat dalam kitab Hadis Arbain Bab Ke Enam Belas yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori yang berbunyi :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

“Dari Abu Hurairah r.a sesungguhnya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW: Ya Rasulullah nasehatilah saya. Beliau menjawab : Jangan engkau marah. Laki-laki itu mengulangi pertanyaan yang selama tiga kali. Rasulullah menjawab :Jangan engkau marah.”

Dari dua hadist di atas kita dapat memahami bahwa, orang yang kuat itu bukan mereka yang punya otot besar dan sering menang dalam ajang perlombaan berkelahi. Akan tetapi mereka yang mampu meredam emosinya ketika marah karena godaan setan yang mengajaknya untuk marah agar berbuat sesuatu yang tidak seharusnya diperbuat. Semisal, memukul, mencaci, membanting benda berharga dan semacamnya.

Tidak bisa dipungkiri, dengan marah, orang bisa melakukan hal-hal yang tidak semestinya. Sebab marah adalah hasutan setan. Ketika seseorang lagi marah, maka setan sangat mudah mengajaknya kepada hal-hal yang dilarang. Semisal, membunuh, mencaci maki sesama, berkata kata kasar kepada yang lebih tua atau bahkan kepada orangtua. Tak sedikit juga dengan marah akan menyebabkan pertikaian, pecah belah dalam urusan rumah tangga (penceraian). Karenanya Allah dan Rasulullah sangat tidak menyukai amarah.

“Barang siapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah SWT akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai.” (Shohih al-Jami’ish Shaghir, no. 6255)

“Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk surga” (Shahih al-Jami’ish Shaghir, no 7374, dan Shahih at-Targhib wat-Tarhib, no 2749)

Hadis di atas adalah keutamaan atau keuntungan bagi orang yang mampu menjaga amarahnya.

Wallahu a’lam

Related Posts