Berkah Ramadan (9) Bukan Rezeki Uang yang Menjamin Kesuksesan

Ilustrasi: Zubairi (Redaktur Atorcator)

Tidak perlu dipungkuri lagi bahwa kita sering beranggapan kesuksesan yang kita capai adalah dengan uang. Sebab pada zaman digital ini, tidak ada uang, tidak bisa berbuat apa-apa. Uang adalah segalanya. Jangan gegabah. Ingat, bukan rezeki uang yang menjamin kesuksesan hidup seseorang. Lalu apa? mari simak berikut penjelasannya.

Uang hanyalah bagian dari rezeki. Walaupun pada kenyataan yang sebenarnya, kita sering memahami bahwa rezeki itu memang uang yang melimpah ruah. Padahal rezeki yang paling besar yang Allah berikan bukanlah rezeki yang bercapkan nominal rupiah atau mata uang.

Akan tetapi rezeki besar itu adalah kesehatan. Ya, kesehatan adalah paling utama dalam mencapai kesuksesan, bukan uang. Kenapa? Sebab banyak uang saja tak cukup. Tanpa uang tidak bisa berbuat apa-apa? bukannya dengan kesehatan kita dapat mencari dan menjemput apa yang kita inginkan? Uang tidak seberapa tanpa rezeki sehat. Mengapa disebut rezeki sehat?

Sudah berapa banyak orang-orang yang menderita struk, darah tinggi, lumpuh dan semacamnya. Apalah arti uang jika kita sering sakit-sakitan. Logikanya begini. Betul dengan uang orang yang sakit kebanyakan sembuh. Namun di sisi lain, banyak juga orang-orang yang berobat kemana-mana hingga menjelajahi dunia, namun tetap saja tidak sembuh dari penyakitnya. Bahkan tak jarang harus mencari pinjaman uang (hartanya habis), itupun kadang berbenturan dengan maut atau meninggal. Uang kemana? tidak boleh tidak adalah harus ikhlas, sebab itu adalah bagian dari usaha menjemput nikmat kesehatan agar kembali sehat seperti semula.

Dengan demikian kita dapat memahami bahwa, kesehatan adalah rezeki yang paling besar yang Allah berikan kepada kita. Dengan sehat, kita dapat beraktifitas, belajar, bekerja dan lain-lain.

Ya, kita harus bersyukur setiap saat di mana pun kita berada. Bukan hanya ketika mendapatkan uang saja, misalkan “Alhamdulillah, rezeki hari ini lancar, uang banyak”. Kita harus berfikir labih dari itu. Tanpa kesehatan sangat tidak mungkin kita bisa bekerja lalu mendapatkan uang.

Dengan kesehatan, orang tua dapat bekerja menafkahi anaknya. Ibu memasak dan mencuci, Ayah bertani cari uang, dan anaknya mencari ilmu pengetahuan. Anak berbakti juga merupakan rezeki dari Allah. Sebab anak yang nurut kepada orangtua, sholeh dan sholehah merupakan sarana investasi bagi keluarganya di akhirat kelak.

Ingat, rezeki tidak hanya identik dengan uang. Dan uang bukanlah rezeki yang paling besar. Rezeki banyak macamnya yang seringkali tidak kita sadari. Contoh, Istri sholehah, suami shaleh, anak shaleh-shalehah, berutang tidak bayar pada waktu kesepakatan, lalu diberi keringanan untung membayar bulan depan, itu adalah rezeki. Namun kembali lagi ke awal bahwa rezeki yang paling besar dan utama adalah tetap kesehatan.

Sumber | Buku “Menjemput Rezeki Tak Disangka” | Oleh Ustadz Yusuf Mansur dan M. Syafi’e El-Bantanie | Penerbit Salamadani |

Related Posts