Karomah Debu Makam Rasulullah SAW

 

Ilustrasi:s/ M.J. Tarhim

Suatu ketika Rasulullah Muhammad SAW diminta sahabat untuk mengobati penyakit yang diderita. Kemudian Rasulullah SAW menjilat telunjuk tangan beliau lalu menekannya ke tanah dan mengusap-usapkan telunjuk beliau ke bagian tubuh sahabat yang sakit.

Hal itu dilakukan Rasulullah, dengan membaca Doa:

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﺮﺑﺔ ﺃﺭﺿﻨﺎ ﺑﺮﻳﻘﺔ ﺑﻌﻀﻨﺎ ﻟﻴﺸﻔﻰ ﺑﻪ ﺳﻘﻴﻤﻨﺎ ﺑﺈﺫﻥ ﺭﺑّﻨﺎ

:”Dengan menyebut Asma Allah, Tanah Bumi kami, dengan Air Ludah sebagian kami, agar disembuhkan dengannya orang sakit kami, dengan Izin Tuhan kami” (HR Imam Bukhari Imam Muslim, Shahih Muslim: Imam Muslim an-Naysaburi).

Berabad-abad kemudian seorang mantan menteri perminyakan OPEC Arab Saudi Hisyam Nadzir, seorang wahabi yang sama sekali tidak mempercayai adanya kharomah dan tawassul karena menurutnya itu dapat mengantarkan kepada kemusyrikan.

Suatu ketika, anaknya menderita sakit kepala yang luar biasa aneh, karena di otaknya terdapat seekor ulat yang hidup. Kemudian sang anak dibawanya berobat kemana-mana, sampai akhirnya dibawa ke sebuah rumah sakit di Amerika Serikat.

Kata dokter, kondisi anak sang menteri sungguh memprihatinkan. Dan harus dilakukan operasi bedah otak.

Kalau tidak segera dilakukan akan meninggal dunia. Dan kalau dilakukan, operasi bedah otak bisa melahirkan dua kemungkinan:

1. Kalau gagal akan mati, dan inilah kemungkinan terbesar.

2. Kalau sukses, meskipun hidup sang anak akan cacat.

Dalam situasi dan pilihan yang begitu sulit, sebelum memutuskan agar anaknya segera dioperasi, Hisyam Nadzir ingin menenangkan diri dan pulang ke Madinah.

Seorang yang dulunya tak percaya kharomah dan tak mau bertawassul itu, Tiba-tiba berkeinginan untuk mengambil debu dari makam Rasulullah SAW, untuk dibawa ke Amerika Serikat.

Dan pergilah ia menemui penjaga makam Rasulullah SAW guna meminta izin, karena posisinya sebagai menteri tentu saja diizinkan. Dan diapun mengambil debu dari makam baginda Rasulullah SAW.

Dan dibawahlah debu itu ke Amerika, debu tanah yang diambil dari makam Rasulullah SAW itu kemudian langsung diusapkan di kepala anaknya yang di vonis dokter harus operasi bedah otak.

Dan di sinilah keajaiban itu terjadi. Ketika Hisyam Nadzir memutuskan agar anaknya dioperasi, dan ketika dironsen, seekor ulat yang sebelumnya hidup di otak anaknya itu entah kenapa tiba-tiba hilang.

Semua dokter pun kaget, pada akhirnya anaknya tidak jadi di operasi bedah otak, dan lambat laun sembuh total dari penyakit yang dideritanya.

Setelah kejadian itu, Hisyam Nadzir seorang menteri wahabi yang tidak mempercayai adanya kharomah dan tidak pernah mau untuk bertawassul itu akhirnya melepaskan faham wahabinya, kemudian memilih untuk masuk thorikot dan berkumpul bersama para ulama sufi.

Wallahu A’lam

(Sumber: Abuya Sayyid Muhammad bin Sayyid Alwi al-Maliki dari kitab Mafahim Yajib an-Tushohhah)

Al-Fatihah

Related Posts