Kultum Ramadan (9) Cara Memaksimalkan Ibadah di Bulan Ramadan

Ilustras: Moh. Syahri (Founder Atorcator)

Seperti biasa, kita mengenal sosok Prof. Quraish Shihab adalah orang yang sangat detail menjelaskan sesuatu apalagi yang berhubungan dengan ajaran Islam.

Misal ia menerangkan soal ibadah, lazim kita ketahui bahwa kata ibadah ” itu diambil dari kata yang terdiri dari 3 huruf ain, ba’ dal. Kata yang berbetuk dengan 3 huruf yang berutan ini bisa berarti hamba Allah, tumbuhan yang beraroma harum dan masih banyak yang lain.

Menurut Prof. Quraish Shihab yang dikutip dari acara Shihab & Shihab, secara definitif Ibadah itu adalah ketundukan yang mencapai puncaknya disertai dengan penghormatan dan kecintaan kepada siapa kita beribadah.

Dari penjelasan di atas, ada makna sangat mendalam yang perlu digarisbawahi yaitu penghormatan dan kecintaan. Banyak orang yang mengaku cinta tapi ia tak bisa menunjukkan rasa hormatnya. Ini dua hal yang harus dilakukan secara simultan dalam menghadap kepada Allah (ibadah).

Sedangkan penghormatan yang didasari pada cinta akan memberikan hasil yang maksimal. Maka bangunlah rasa cinta kepada Allah kemudian ekspresikan dengan penghormatan. Siapa saja yang bisa demikian akan terhormat di hadapan Allah dan makhluknya.

Orang yang beribadah pasti didasari oleh keyakinan bahwa semua kepentingan, kemaslahatan kita berhubungan ditentukan oleh siapa yang beribadah kepadanya. Betapa besar kuasanya Allah yang tidak bisa dijangkau oleh makhluknya. Dasar ini pula, menurut ust. Quraish Shihab yang akan membentuk kesempurnaan ibadah

Memaknai ibadah, ustaz Quraish memberikan 3 poin penting:

1. Hamba sahaya tidak memiliki apa-apa, apa yang dimilikinya adalah milik Tuhan.

2. Patuh, tidak melakukan suatu kegiatan yang tidak direstui.

3. Tidak menetapkan sesuatu yang diinginkannya kecuali dikehendaki Allah

Mengoptimalkan ibadah di bulan Ramadan itu yang penting mencapai target. Beribadah di bulan Ramadan itu harus bisa bertahan adalah target yang harus dipenuhi.

Betul sekali, sebab banyak dari kita yang di awal Ramadan begitu semangat, terbawa euforia kebersamaan karena Ramadan tiba. Nah, di tengah-tengah kendor. Ini kalau habib Husein Ja’far alhadar menggambarkan seperti orang melakukan fitness langsung ngangkat benda yang berat-berat. Akhirnya ia tak bisa mengangkat yang ringan, tangannya lemes.

Dan yang paling penting adalah harus bisa bersyukur atas yang bisa ia kerjakan selama bulan Ramadan.

Karenanya, menurut ust, Quraish, jangan bersaing dengan orang. Kita bersaing dengan diri sendiri saja. Optimalkan sesuai kemampuan kita agar kita bisa bertahan sampai akhir Ramadan dan syukur-syukur bisa di luar Ramadan.

Bersaing dengan orang lain dalam urusan ibadah justru akan mengotori hati saja. Menghilangkan keikhlasan.

Pada intinya, pelajaran yang bisa diambil dalam memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan adalah dengan keistiqomahan. Istiqomah adalah sesuatu yang sangat berat. Karenanya dibutuhkan latihan. Bertahap, step by step.

Wallahu a’lam.

Related Posts