Mengenal Kitab Pesantren: Al-Istilah, Kitab Pendidikan Seks Ala Ulama Nusantara

Ilustrasi: Kitab Al-Istilah

Mengaji kitab kuning merupakan ciri khas yang dimiliki oleh pondok pesantren yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lainnya, karena menjadi hal yang tabu ketika masyarakat –lebih dikenal santri- pesantren yang sudah lama berdomisili di pesantren tidak tau-menahu akan kitab kuning, baik bisa membaca atau sekedar mengaji tanpa tahu membaca.

Di pesantren tidak hanya mengkaji kitab-kitab bertemakan fiqh-ushul fiqh, tafsir, hadist, nahwu, sharraf, tetapi juga mengkaji kitab yang bertajuk edukasi seksualitas bagi santri.

Biasanya para santri sangat antusias dalam mengaji kitab pendidikan seks ala pesantren. Dan hal ini penting disampaikan guna memahamkan para santri sejak dini akan pentingnya menjaga organ-organ vital yang ada pada dirinya. Di samping itu, pendidikam seks juga sangat erat kaitannya dengan pembahasan fiqh yang mana materinya banyak berserakan dalam kitab-kitab fiqh, khususnya dalam pembahasan fiqh munakahat. Dari sanalah para ulama berinisiatif mengkodifikasikan pendidikan seks ala pesantren menjadi sebuah kitab khusus, seperti: Qurrotul Uyun dan Fathul Izar.

Ulama nusantara tidak mau kalah –layaknya pengarang Fathul Izar– seraya ikut andil dalam pengkodifikasian pendidikan seks ala pesantren menjadi sebuah kitab khusus, beliau Allah Yarham sang maha guru KH. Moh. Romzi Al-Amiri Mannan, salah satu santri kinasih mbah Maimun Zubair, merupakan salah satu dewan pengasuh di sebuah pondok pesantren kenamaan di Jawa Timur, yaitu pondok pesantren Nurul Jadid, Probolinggo.

Mungkin publik tidak banyak yang tahu akan sosok beliau, namun diakui atau tidak beliau merupakan salah satu ulama nusantara yang dikenal sebagai ulama muda produktif dengan beberapa karangan kitab-buku, sekitar 70 karangan lebih yang sudah terlahir dari jari-jemari beliau. Salah satu karangan beliau yang sangat monumental dan masih eksis dikaji sebagai bahan khataman kitab kuning bulan Ramadan ialah kitab al-Istilah Syarhu Ghoyatus Sholah Ala Mandumati Masail an-Nikah.

Karangan-karangan beliau memiliki ciri khas yang unik, yaitu tampil dengan bait-bait nadzom (syair) disertai dengan syarah nadzom dengan pengarang yang sama, seperti halnya Syeikh Zakaria Al-Ansori mengarang kitab manhajut thullab –mukhtasor dari kitab minhaju at-thalibin-, kemudian beliau syarahi sendiri menjadi kitab fathul wahhab. Demikian pula kitab al-Istilah dikarang oleh pengarang yang sama.

Kitab al-Istilah merupakan kitab berbentuk syarah dari nadzom (syair) Ghoyatus Sholah Ala Mandzumati Masail an-Nikah yang dikarangan oleh Alm. KH. Moh. Romzi Al-Amiri Mannan. Tidak seperti sedia kala kitab syarah al-Istilah tampil berbeda dalam menyarahi Ghoyatus Sholah Ala Mandzumati an-Nikah, tampilan berbeda tersebut dengan pensyarahan kitab metode kontemporer dan pembahasan yang sistematis, dan hal itu yang menjadi daya tarik tersendiri dari kitab Al-Istilah.

Komposisi kitab Al-Istilah terdiri dari 112 halaman dengan beberapa pembahasan komprehensif serta 100 nadzom (syair) dengan syairan yang sangat renyah ketika dilafadzkan dan sangat mudah untuk dihafalkan, karena nadzom yang disuguhkan Ajengan Romzi merupakan nadzom yang disusun dengan susunan yang indah dengan menggunakan bahar rojaz. Menurut Ulama ahli Arudl (ahli syair) bahr tersebut merupakan bahr yang sangat mudah dalam melantunkannya.

Sekedar menyebutkan contoh nadzom pembuka yang berada di kitab al-Istilah sebagai berikut:

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ قَدْ خَلَقَا               زَوْجَيْنِ أُنْثًــــــى ذَكَرًا تَحَـــــــقَّقَــــــــــــــــــــا

صَلَّى وَسَلَّمَ عَلَى حَبِيْبِهِ         مُحَمَّدٍ وَآلِــــــــــــــــــــــــــهِ وَصَحْبِـــــــــــــــــــــــــــــهِ

وَبَعْدُ هٰذَا نَظْمُ مَا تَعَلَّقَا         فِيْ مَبْحَثِ النِّكَاحِ عَمَّا نُطِـــــــــقَا

نَظَمَهُ نَظْمًا بَدِيْعًا يُعْتَبَرْ         رَمْزِيْ اْلأَمِيْرِيْ جَهْلُهُ قَدِ اشْتَهَرْ

وَاللهَ أَسْـــــــــأَلُ بِنَفْعِهِ عَلَى         قَـــــــــارِئِــــــهِ فَـــــــــــــــيَسْعَدَنَّ الْعَامِـــــــــلَا

Ajengan Romzi mengulas secara lugas pembahasan pendidikan seks ala pesantren yang tidak ditemukan di kitab pendidikan seks yang lain, seperti: Qurrotul Uyun dan Fathul Izar, mulai dari opsi wanita yang akan dinikahi, beberapa indikasi anggota bagian dalam akan anggota bagian luar hingga beberapa obat herbal agar kuat dalam bersenggama.

Pertama, merupakan sunnah (anjuran Nabi) dalam memilih wanita yang akan dinikahi ialah wanita yang bagus agamanya, berdasarkan hadist Nabi: “Nikahilah wanita karena empat hal; hartanya, nasabnya, kecantikannya dan agamanya, pilihlah –lebih utama- yang bagus agamanya, maka kamu akan beruntung” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan dianjurkan pula dalam memilih wanita yang akan dinikahi ialah wanita yang produktif, bisa menghasilkan banyak keturunan, berdasarkan hadist Nabi: “Nikahilah perempuan yang penyayang serta produktif karena aku (Nabi) bangga dengan banyaknya umat di hari kiamat” (HR. Sa’id). Ajengan Romzi memaparkan bahwa wanita yang produktif dapat diketahui melalui keluarga-keluarganya.

Demikian pula dianjurkan menikahi perempuan yang perawan, berdarah biru serta kecantikan parasnya, karena hal itu akan menyenangkan kepada kaum laki-laki.

Kedua, Menurut ahli fisiognomi, hikmah laki-laki cukup hanya melihat wajah dan dua telapak tangan perempuan yang hendak dinikahi ialah ketika mulut perempuan lebar maka hal itu menunjukkan akan lebarnya kemaluan perempuan, apabila mulutnya sempit (kecil), maka sempit pula kemaluannya dan apabila kedua buah bibir mulutnya tebal maka tebal pula dua bibir kemaluannya, ketika dua buah bibir mulutnya tipis, maka tipis pula dua bibir kemaluannya.

Tidak cukup hanya itu, Ajengan Romzi juga memyuguhkan bagian wajah yang lain juga menunjukkan bagian dalam perempuan, seperti: lidah perempuan yang merah merekah menunjukkan akan keringnya kemaluan perempuan, dan apabila hidung perempuan mancung, maka hal itu menunjukkan akan kurang bersyahwatnya perempuan dalam bersenggama, sebaliknya perempuan bisa diketahui besar birahinya dalam bersenggama ketika bagian belakang telingannya berbentuk cekung.

Pertanyaan di atas bukan hanya cuitan belaka, Ajengan Romzi melansir pernyataan tersebut dari kitab Hasyiyah al-Bujairomi ala al-Khatib karangan Syeikh Sulaiman al-Bujairomi, sekalipun hal itu semua merupakan hasil observasi para ulama yang berkemungkinan benar dan salah.

Hal pembeda yang terakhir dalam kitab Ai-Istilah ialah memaparkan beberapa obat herbal yang bisa menguatkan laki-laki dalam bersenggama, seperti: helbel (jamu khas arab), kuning telur dicampur dengan madu, tumbukan bawang merah serta airnya. Hal itu semua bisa diminum 3 hari sekali atau 1 kali dalam seminggu.

Dan termasuk dari makanan yang dapat menguatkan laki-laki serta melamakan permainan dalam bersenggama ialah biji sauda’, jahe, pisang merah dan beberapa susu dari hewan seperti: susu sapi dan unta, serta telur ikan.

Ajengan Romzi melansir ibarot (ungkapan) dari kitab ruju as-syeikh ila shobah fi al-quwwah ala al-bah bahwa khasiat meminum susu sapi akan membangkitkan birahi dalam bersenggama demikian pula memakan pisang merah akan membangkitkan birahi serta akan bertambah sperma laki-laki.

Begitulah beberapa hal pembeda yang dipaparkan oleh Alm. KH. Romzi Al-Amiri Mannan dalam kitabnya al-Istilah yang tidak termaktub dalam kitab pendidikan seks lainnya ala pesantren.

Related Posts