Negara yang Membolehkan dan Melarang Ibadah Berjamaah di Bulan Puasa

Ilustrasi:s/ Detiknews.com

Dua tahun ummat Islam menjalani ibadah di Bulan Ramadan masih dalam masa pandemi Corona. Namun kali ini tampaknya prosedurnya lebih longgar mengingat sebagian besar negara mengizinkan pelaksanaan shalat berjamaah, shalat tarawih dan sebagainya, seperti Indoneaia dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan sumber berita yang dirilis dw.com tercatat pada bulan Ramadan tahun ini ada negara-negara yang memutuskan untuk memberlakukan pembatasan pada shalat tertentu, seperti shalat Tarawih, dan yang lainnya memutuskan untuk melarang sepenuhnya pelaksanaan shalat berjamaah di masjid.

Sebagai contoh Maroko pada puasa tahun ini ummat Islam tidak akan dapat melakukan shalat tarawih di masjid setelah pihak berwenang memutuskan untuk memperpanjang jam malam dan memberlakukannya di bulan Ramadan dari jam delapan malam menjadi jam enam pagi.

Tidak hanya Maroko yang mengambil keputusan ini, ada juga Tunisia, Yordania, Qatar, dan Oman. Yordania mengambil keputusan yang lebih ketat untuk melarang shalat Maghrib, Isya dan Tarawih di masjid, serta shalat Jum’at. Keputusan pemerintah ini menimbulkan ketidakpuasan di antara kelompok-kelompok di jalan Yordania. Sementara Tunisia memutuskan untuk melarang shalat berjamaah di waktu Maghrib, Isya dan Tarawih. Adapu Qatar melarang penduduknya melakukan shalat Tarawih berjamaah saja.

Adapun negara di Timur Tengah yang memutuskan untuk tidak melarang sembahyang di masjid adalah Arab Saudi. Pemerintah setempat membolehkan shalat Tarawih sekalipun dengan mempersingkat waktunya, dan melarang I’tikaaf, buka puasa dan sahur. Sementara itu, Mesir memutuskan memberlakukan persyaratan ketat agar jamaah bisa menghadiri tarawih di masjid, termasuk menutup toilet.

Jadi, masyarakat Indonesia yang beragama Islam tahun ini patut bahagia sebab diberikan kelonggaran beribadah di bulan puasa melebihi apa yang diterima oleh penduduk di negara Islam lainnya.

Related Posts