Bila Sama-sama Mencari Dunia, Lebih Baik dengan Ilmu Umum

Ilustrasi: Penulis Riau

Alkisah dahulu banyak ulama bangsa Kurdi menggeluti ilmu kalam dan filsafat. Seorang ahli hadis kota Baghdad bernama Syaikh An-Nur Ali As-Suwaidi mencoba mengkritik ulama-ulama Kurdi tersebut di majelis Syaikh Khalid Al-Kurdi An-Naqsyabandi, seorang ulama Kurdi terkemuka yang sekaligus seorang tokoh sufi dan ahli kalam. Di depan orang banyak, Syaikh As-Suwaidi berkata pada Syaikh Khalid:

“Buruk sekali tindakan kebanyakan para ulama Kurdi sekarang ini karena menyibukkan diri dengan ilmu filsafat dan mengenyampingkan ilmu agama seperti tafsir dan hadis, kebalikan dari apa yang dilakukan ulama bangsa Arab”.

Lalu Syaikh Khalid menjawab:

“Keduanya (ulama Kurdi dan Ulama Arab) mencari dunia rendahan dengan ilmu mereka. Mencari dunia itu masih lebih baik dengan ucapan “Aristoteles berkata.. , Plato berkata..” daripada dengan “Allah berfirman…., Rasulullah bersabda…”. Sudah sepantasnya bila tujuan yang rendah dicari dengan yang rendah juga.”

Lalu As-Suwaidi pun terdiam.

Bila ujung cita-cita mencari ilmu adalah hal-hal duniawi seperti popularitas, pengaruh, pengikut, kekayaan dan semacamnya, maka menggunakan ilmu umum lebih tepat daripada menggunakan ilmu agama. Sekedar membantu mengingat kembali sabda Nabi:

مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ لِيُبَاهِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيَصْرِفَ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ فَهُوَ فِي النَّارِ

“Siapa yang menuntut ilmu (agama) untuk mendebat orang-orang bodoh, untuk berbangga diri di depan para ulama atau untuk menarik perhatian orang-orang padanya, maka ia akan masuk neraka.”

Related Posts