Idulfitri Artinya Kembali Suci ?

Ilustrasi: IDN Times Kaltim

Memang benar, kata “Idulfitri” jika dilihat dari sudut pandang istilah ilmu fiqh, maknanya adalah kembali berbuka puasa atau makan. Karena kata Id, merupakan pecahan dari kata Al-‘aud, yang artinya kembali. Dan fitri artinya berbuka atau makan. Sekali lagi, ini jika ditinjau dari istilah fiqh.

Tapi bisa jadi, kata idulfitri ini akan memiliki arti yang lain jika dipandang dari sudut yang berbeda. Kalau kita buka KBBI, kita akan menjumpai kata idulfitri artinya hari raya umat Islam yang jatuh tanggal 1 Syawwal. Arti ini berbeda dengan makna Idulfitri jika dilihat dari sudut pandang ilmu fiqh. Ini namanya kata serapan. Dalam mengartikan kata serapan, tidak mesti sama persis dengan makna asalnya.

Demikian juga mereka yang mengartikan kata Idulfitri dengan “kembali suci”. Sangat mungkin mereka tahu makna kata ini dari sudut pandang fiqh ataupun KBBI. Namun mereka mengartikan demikian bisa jadi karena mereka melihatnya dari makna kata tersebut dari sudut yang lebih luas dan umum.

Id, diartikan kembali. Sedangkan fitri, diartikan suci. Kata fitri dengan arti ini yang dimaksud sebenarnya adalah kata fitrah yang telah mengalami evolusi pelafazan. Dari fitrah berubah menjadi fitri (mungkin supaya lebih mudah dan enak). Karena kalau dilafazkan “idulfitrah” sepertinya tidak enak. Dan kasus seperti ini sering kita temukan dalam bahasa Indonesia.

Kalau kita lihat di kamus, kata fitrah (yang sudah mengalami evolusi pelafazan menjadi fitri dalam kasus ini) artinya : asal atau sifat pembawaan sejak lahir. Maka dari sini, jadilah sebagian umat muslim mengartikan idulfitri dengan “kembali suci”. Kembali ke asal sebagaimana baru lahir.

Pengartian ini juga memiliki korelasi dengan ‘asab nuzul’ bulan Ramadlan. Di bulan Ramadlan, Allah Ta’ala menyediakan berbagai amalan penghapus dosa, seperti puasa Ramadlan, salat Tarawih, dan lain sebagainya. Bulan Ramadlan adalah bulan pengampunan dosa. Di hari raya umat muslim saling memberi maaf.

Sehingga amat sangat wajar jika seorang yang telah memberikan hak-hak Ramadlan dengan baik, dia akan keluar dari dengan membawa predikat suci “seperti” bayi. Predikat ini bukan berarti ia terlahir tanpa dosa sama sekali, bukan. kata “seperti” tidak melazimkan adanya persamaan secara penuh (100%).

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali (w.795 H) rh berkata :

قال مورق العجلي لبعض إخوانه في المصلى يوم الفطر: يرجع هذا اليوم قوم كما ولدتهم أمهاتهم

“Mauraq Al-‘Ijli rahimahullah berkata kepada sebagian saudaranya di tanah lapang di hari raya Idulfitri : Hari ini, ada suatu kaum yang kembali sebagaimana ibu mereka telah melahirkan mereka.”(Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 208, cetakan Dar Ibnu Hazm).

Jadi, kata Idulfitri itu multi makna. Bisa jadi artinya kembali berbuka/makan, atau hari raya umat muslim yang jatuh tanggal 1 Syawwal, atau kembali suci. Tinggal dilihat dari sudut pandang apa dan siapa. Semuanya bisa jadi benar jika dinilai dari kacamata masing-masing. Slow saja.

Related Posts