Khutbah Idul Fitri: Kemulian Hidup Rukun

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر . لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد .

الحمد لله الذي تابع علينا الإحسان والإنعام، ووفق من شاء لمواصلة العمل على الدوام، وتفضل على التائبين بالعفو عن الزلل والآثام . شرع لنا الأعياد وأفاض السرور، ومنَّ علينا بالعطاء والحبور . أحمده سبحانه على ترادف امتنانه، وأشكره على سوابغ إحسانه . وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، الولي الحميد، وأشهد أن نبينا محمدًا عبده ورسوله، سيد المرسلين، وأزكى الورى أجمعين. اللهم صل وسلم على عبدك ورسولك محمد وعلى آله وصحبه ما تعاقبت الدهور، وتكررت الأعياد والشهور .

أما بعد: فاتقوا الله عباد الله، واشكروه على نعمه التي لا تحصى،

Jamaah sholat Idul Fitri yang berbahagia……………………….

Marilah kita panjatkan Puji syukur ke Hadhirat Ilahi Rabbi, Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad Saw. Beserta keluarga, para sahabatnya, dan para pengikutnya yang istiqamah di dalam sunnah-sunnahnya.

Mengawali khotbah kali ini, saya ingin berwasiat terutama kepada diri saya sendiri dan umumnya kepada saudara-saudaraku seiman dan seperjuangan. Marilah! Kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt supaya bahagia hidup kita baik di dunia maupun di akhirat kelak. Amiin.

Ummat Islam di seluruh penjuru dunia, dari semenjak terbenamnya matahari kemarin petang sampai pagi hari ini, sama-sama mengumandangkan takbir dan menyebut keagungan Allah Swt. Kita bersama-sama bersuka cita, menampakkan rasa kegembiraan dan memperlihatkan kebahagiaan isi hati kita bahwa kita telah berhasil melewati 30 hari masa penempaan dan pendidikan yang berat selama Ramadhan.

Di siang harinya kita berpuasa menahan lapar dan dahaga, menjaga dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, serta mengendalikan nafsu lawwamah supaya lebih dominan nafsu muthmainnah di dalam hati kita. Begitupun di malam harinya, kita makmurkan dengan mengisi kegiatan berjamaah qiyamullail, shalat tarawih, tadarus al-Quran dan lain sebagainya untuk mengetuk pintu-pintu rahmat dan maghfirah-nya Allah Swt. Selain itu kita juga sama-sama menunaikan zakat fitrah untuk menyucikan diri kita dan membagikannya kepada mereka yang berhak menerimanya dengan tujuan meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama hamba Allah Swt.

Kini, di pagi yang cerah ini, kita berkumpul bersama-sama dengan saudara seiman dan seperjuangan; kita bersimpuh di atas tempat sujud masing-masing untuk mengagungkan Allah Swt. Harapannya tidak lain adalah semoga Allah Swt meridhoi dan melebur dosa-dosa kita, sehingga kita seperti baru lahir kembali di alam dunia.

Ja’alanallohu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin fi kulli ‘amin wa nahnu bi khoir
Kita semuanya membawa harapan baru sesudah melewati Ramadhan. Mulailah merancang! Berangan dan beramal yang lebih baik daripada yang sudah berlalu! demi menggapai kebahagiaan hidup kita yang tersisa di dunia serta keselamatan kita di akherat kelak.

Saudaraku, kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia…………………….

Dalam suasana bahagia di pagi hari yang sejuk seperti sekarang ini, kita semua diajak untuk merekatkan tali persaudaraan, hidup rukun dan kasih-mengasihi di antara kita karena Allah Swt. Tak dipungkiri bahwa dalam hidup berkeluarga dan bermasyarakat, sebagai manusia biasa kita sering terjadi gesekan-gesekan baik dalam berhubungan secara langsung maupun tidak langsung.
Apalagi di era keterbukaan informasi melalui internet, jejaring media social (medsos) jaman sekarang: Kita dengan pihak-pihak yang tidak kita kenali maupun dengan orang-orang yang jauh dari kita seringkali muncul rasa tidak simpatik. Awal mulanya berbagi status dan kabar berita; kemudian saling mengomentari atau sekedar menyimak dengan menombol tanda “suka atau sebaliknya”. Akan tetapi entah mengapa antar-orang yang belum pernah bertemu langsung di alam nyata itu bisa terjadi gesekan yang menyebabkan permusuhan?.

Sangat berbahaya apabila persoalan di dunia maya itu dibawa-bawa ke dunia nyata. Beda pandangan dalam pertemanan di dunia internet dilampiaskan kepada orang-orang di sekitar kita yang kebetulan beda garis, beda pendapat dan beda dukungan daripada kita. Persaudaraan kita terkoyak! Persahabatan kita ternoda! Tali silaturrahim kita putus! Na’uzdubillah min zdalik!

Permusuhan kebanyakan terjadi karena prasangka seseorang kepada orang lain akibat kabar berita yang sumber kebenarannya tidak digali langsung. Kita percaya begitu saja tanpa melakukan tabayun (mencari kejelasan) asal usul kabar berita maupun kejadian yang sebenarnya. Akibatnya kita curiga, berburuk sangka, diadu domba, yang berakibat fatal sehingga kita bermusuhan satu dengan lainnya dan terpecah belah. Walaupun kita awalnya berteman dan bersaudara yang hidup akur dan rukun.

Sebagai ummat Islam, kita jauh-jauh hari telah diingatkan oleh Rasulullah Saw dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra:

Iyyakum wazd-zdonna fa innazd-zdonna akzdabul hadits wa la tahassasu wa la tajassasu wa la tanafasu wa la tahasadu wa la tabaghadhu wa la tadabaru wa kunu ibadallohi ikhwana

Artinya: Takutlah berburuk sangka! Karena buruk sangka adalah kebohongan paling buruk (hoax). Janganlah mencari-cari “rahasia dapur” orang lain! Janganlah memata-matai orang lain! Janganlah iri dengki kepada orang lain! Janganlah benci kepada orang lain! Janganlah berpaling dari orang lain! Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang rukun bersaudara!

Sikap mulia yang sepantasnya tertanam dalam pribadi ummat Islam adalah bersahabat dengan siapapun, hidup rukun di manapun, dan menyayangi setiap makhluk dalam rupa apapun.

Kaum Muslimin-Muslimat yang berbahagia..

Pada dasarnya bagi orang-orang yang hidup rukun saling kasih-mengasihi di jalan Allah Swt akan diberikan derajat yang sangat mulia. Hal ini sebagaimana telah difirmankan Allah Swt dalam satu hadits qudsi yang diriwayatkan Mu’ad b. Jabal:

Wajabat Mahabbati lil Mutahabbina fii wal mutazawiriina fii wal mutajalisiina fii

Artinya: CintaKu (Allah Swt) wajib buat orang-orang yang saling menyayangi karena-Ku, dan orang-orang yang saling mengunjungi satu dengan lain karena-Ku, serta orang-orang yang mau duduk bersama dalam satu majelis karena-Ku.

Jika Allah menyatakan “cinta-Ku wajib” untuk kalangan yang hidup rukun sebagaiman disebut di atas maka kabar ini alangkah sangat membahagiakan bagi kita. Terutama ummat Islam yang terhitung sejak pagi ini mau berlapang dada memaafkan, bertandang ke kediaman, dan bahkan mau berbagi kepada orang-orang yang dianggap musuh dan lawan. Orang yang berbesar hati semacam ini sungguh akan memperoleh kasih saying dari Allah Swt dan dijamin hidupnya selamat baik di dunia maupun akherat.

Ada seorang sahabat yang bernama uqbah bin Amir pernah bertanya kepada Rasulullah Saw:

Ma an-najatu ya Rasulallah?: Qala Shallallohu alaihi wa sallam: Tashilu man qathaaka wa tu’thi man harramaka wa ta’fu amman dzolamaka

Artinya: Apa yang membuat hidup selamat wahai Nabi? Beliau menjawab; yaitu (1) kamu mau menyambung hubungan dengan orang yang sudah memutus silaturrahim denganmu, (2) kamu mau berbagi dengan orang yang melarangmu atas suatu hak, (3) kamu mau memaafkan kesalahan orang yang sudah dholim terhadapmu.

Jadi, agar kita hidup selamat, mampu melampaui rintangan dan ujian seperti yang sama-sama kita alami di waktu sekarang maka kita harus hidup rukun dengan sesame kita. Lapangkanlah hati kita! Tidak harus pihak lain yang mendatangi kita. Bukan pula kita membalas perlakuan tidak baik orang lain kepada kita. Tidak juga kita berpaling dari orang=orang yang pernah menyakiti kita.

Akan tetapi sebaliknya, kitalah yang sepatutnya memberikan contoh dengan mendatangi mereka, berbagi dengan mereka, serta membuka pintu maaf buat mereka. Itulah sikap terpuji yang seharusnya dimiliki ummat Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Saw.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda:

Laisas-Syadida man gholaban-naas wa lakinnas-syadida man ghalaba nafsah

Artinya: Bukanlah disebut kuat perkasa mereka yang mampu menaklukkan orang lain, melainkan yang disebut kuat perkasa adalah orang yang mampu mengalahkan nafsu egoisnya.

Saudara-saudariku, kaum Muslimin dan Muslimat yang dirahmati Allah..

Sebagai penutup khutbah, saya ajak, marilah kita renungkan firman Allah Swt dalam QS. Ali Imran:

Wa Sari’uu ila maghfiratim mir-Robbikum wa jannatin ‘ardhuhas-Samawati wal ardh u’iddat lil muttaqin. Allazdina yunfiquna fis-sarrai wad-dhorraai wal kazdimiinal ghoizda wal ‘afiina ‘anin-naas Wallohu yuhibbul-muhsinin.

Artinya: Bergegaslah menggapai pengampunan dari Tuhan kalian dan surge yang luasnya seluas hamparan langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang bertakwa. Yaitu mereka yang berinfaq dalam situasi lapang dan susah, yang menahan amarah, yang memaafkan manusia lainnya. Dan Allah adalah mencintai orang-orang yang berbuat baik.

Terhitung dari sekarang; Yuuk!! Kita baikan dengan pasangan hidup kita, orang tua dan saudara, handai tolan, serta para kerabat dan para tetangga di sekitar lingkungan kita. Mudah-mudahan kesalahan dan dosa-dosa kita dihapus semuanya oleh Allah Swt. Amiin! Semoga kehidupan kita menjadi lebih mulia, lebih bermanfaat, dan penuh berkah. Amiin! Ya Allah, Ya Rabb! Terimalah dan kabulkanlah permohonan kami yang bersimpuh di pagi hari Iedul Fitri yang mulia ini. Amiin!

نفعني الله وإياكم بالقرآن العظيم، وبهدي سيد المرسلين، أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، ولسائر المسلمين من كل ذنب، فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم .

الخطبة الثانية

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد .

الحمد لله وفق من شاء للرضا والقناعة، وهداهم لسلوك سبيل أهل البر والطاعة، وحماهم عن طريق أهل التفريط والإضاعة، أحمده سبحانه وأشكره، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، الإله الحق المبين، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، أفضل الرسل، وخير الأنام، نصح الأمة، وأدى الأمانة، وقام بالرسالة خير قيام، اللهم صل وسلم على عبدك ورسولك محمد وعلى آله وصحبه أجمعين .

أما بعد: فيا أيها المسلمون اتقوا الله ربكم حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون، وأخلصوا له العبادة والطاعة في كل وقت وحين، وأنيبوا إلى ربكم، وأسلموا له لعلكم تفلحون
.ألا وصلوا عباد الله، على خير البرية أجمعين، ورسول رب العالمين، نبي الهدى، والرسول المجتبى
فقد أمركم مولاكم بذلك في محكم كتابه حيث يقول:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا}
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله
الأطهار، وصحابته الأخيار، المهاجرين منهم والأنصار، وارض اللهم عن الخلفاء الراشدين، والأئمة المهديين، الذين قضوا بالحق وبه كانوا يعملون، أبي بكر، وعمر، وعثمان، وعلي، وعن العشرة المفضلين، وأهل بدر، والعقبة، وأصحاب الشجرة، والتابعين، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين .

اللهم أعز الإسلام والمسلمين، وأذل الشرك والمشركين، ودمر أعداء الدين , وانصر المجاهدين في سبيلك، الذين يجاهدون لتكون كلمة الله هي العليا في كل مكان يا رب العالمين .

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، وألف بين قلوبهم، وأصلح ذات بينهم، ووفق ولاة أمورهم، للعمل بكتابك وسنة نبيك . اللهم احفظ إمامنا بحفظك، وأيده بتأييدك، وأعزه بطاعتك، وأيده بالإسلام، وأيد الإسلام به، وانصر به الحق وأهله، واجمع به كلمة المسلمين، يا رب العالمين .

اللهم ادفع عنا الغلا، والوبا، والربا، والزنا، والزلازل، والمحن، وسوء الفتن، ما ظهر منها وما بطن، عن بلدنا هذا، وعن سائر بلاد المسلمين عامة، يا رب العالمين .

ربنا اغفر لنا، ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان، ولا تجعل في قلوبنا غلًا للذين آمنوا، ربنا إنك رؤوف رحيم. ربنا آتنا في الدنيا حسنة، وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار .

عباد الله:{إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون].

فاذكروا الله العظيم الجليل يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون .

Related Posts