Kultum Ramadan (22) Melibatkan Allah dalam Setiap Perjuangan

Ilustras: Moh. Syahri (Founder Atorcator)

Ketika saya sowan ke salah satu guru yang sudah saya anggap sebagai guru spiritual yaitu K. Muhammad Al-Fayyadl beliau banyak memberikan wejangan tentang semangat perjuangan kepada saya. Tentu perjuangan yang tidak hanya personal untuk diri sendiri tapi untuk umat, bersifat kolektif.

Ada banyak hal yang harus diperjuangkan bangsa ini. Satu diantaranya soal keadilan. Saya baru saja baca salah salah twit yang sangat menyedihkan dan bikin emosianal. Soal penangkapan salah satu warga yang tidak ketahui masalahnya bahkan barang bukti kesalahannya tidak bisa dibuktikan secara konkret hingga sekarang korban dipenjara sudah berjalan 6 tahun. Cerita ini banyak dibaca warga medsosiyyin dan dishare ribuan orang satu di antaranya oleh Mas Ulil Abshar Abdalla.

Berbagai macam rentetan peristiwa ketidakadilan di negeri ini memang cukup variatif dan masif. Belum lagi soal konflik sosial yang terus menampilkan kekerasan kepada masyarakat. Contoh soal konflik agraria.

Ada banyak hal yang harus diperjuangkan betul oleh siapa saja yang memiliki hati nurani, melihat ketidakadilan dan ketimpangan negeri untuk mencapai kemaslahatan umat.

Namun apa yang disampaikan guru saya, K. Muhammad Al-Fayyadl gerakan yang diperjuangkan oleh para aktivis sekarang kadang suka kebablasan. Sehingga tidak sedikit yang gagal bahkan kalaupun berhasil ia tidak akan akan bertahan lama dan bisa-bisa tidak berpengaruh kepada masyarakat.

Sebab menurut beliau yang kita lawan ini sistem, jadi butuh persiapan, kematangan dan strategi. Tidak saja kematangan lahir dalam berorasi dan menulis kritikan dan perlawanan tetapi juga gerakan batin agar selalu melibatkan Allah dalam setiap perjuangan, misal seperti istighasah, dan bermunjat bersama. Ini jangan ditinggalkan dan harus jadi senjata utama.

“Andai setiap aktivis meniatkan setiap langkahnya karena Allah bukan karena tuntutan ideologi, program organisasi, atau kepentingan pribadi, maka setiap tetes keringat keterlibatan seseorang sebagai aktivis gerakan sosial akan dicatat sebagai ibadah yang mulia. Membuat mereka selalu dalam perlindungan dan pertolongan (walayah) Allah subhanahu wa ta’ala…” (K. Muhammad Al-Fayyadl)

Dalam salah pengajiannya Gus Baha’ pernah mengatakan:

‏نقصان العصر الحديث عدم اهتمام الناس بحضور الله تعالى في قلوبهم

“Yang hilang dari peradaban modern adalah Allah tidak begitu hadir dalam hati kita”

Tentu ini peringatan keras dan penting buat kita semua sebagai umat Islam. Menghadirkan Allah dalam setiap pola tingkah laku kita adalah sesuatu yang harus dilakukan. Agar setiap langkah dan perjuangan kita selalu dalam pengawasan Allah. Dan hati kita selalu terpaut dengan Allah bukan untuk yang lain.

Maka di sinilah pentingnya doa.

فما دام العبد يلح فى الدعاء

و يطمع فى الإجابة من غير قطع الرجاء،

فهو قريب من الإجابة

“Selama seorang hamba merengek dalam do’a dan sangat berharap untuk dikabulkan tanpa putus harapan, maka do’a nya cepat dikabulkan.”~Ibnu Rajab dlm Jami’ul Ulum Wal Hikam.

Mari selalu berdoa kepada Allah khususnya mendoakan siapa saja yang berbuat zalim dan tidak adil terhadap bangsa agar mereka insaf dan allah berikan hidayah.

Related Posts