Lepet: Sebuah Pesan Agung Menutup Aib Sesama

Ilustrasi: Detik.com

Salah satu jajanan yang sering dijumpai saat Idul Fitri adalah makanan yang disebut Lepet. Yakni makanan tradisional yang dibuat dari beras ketan diberi parutan kelapa dan ditaburi sedikit garam. Bungkusnya adalah janur, daun kelapa yang masih muda.

Secara istilah, Lepet merupakan kependekan dari “disi-lep sing ra-pet”, disembunyikan rapat-rapat. Maksudnya, melalui makanan ini, kita diajarkan untuk menyudahi semua konflik dan permusuhan. Kemudian kita sembunyikan rapat-rapat, jangan sampai diungkit atau ditampakkan kembali ke publik.

Demikian pula apabila ada aib sesama, jangan sampai dijadikan senjata untuk menyerang dan membeberkannya kepada orang lain. Sesuai perintah dalam ajaran agama, “Barangsiapa yang menyimpan aib sesama, maka akan disembunyikan juga aibnya kelak di hari akhir”.

Secara fisik pembuatannya, lepet juga memiliki pesan yang indah, yakni sebuah persatuan akan terjadi manakala semua melebur menjadi satu menghasilkan suatu yang baru dan tidak ada yang tampak menonjol.

Dalam Lepet, beras ketan dan kelapa tidak ada satupun yang tampak setelah jadi. Beras ketan telah melebur wujudnya, berubah sama sekali, demikian juga parutan kelapanya.

Related Posts