Nabi Isa Berharap Perayaan (‘Ied) Tanpa Batas

Di dalam al-Quran terdapat penjelasan tentang perayaan (ied) yang dihubungkan dengan Nabi Isa as. Pesan yang dikandungnya teramat dalam berupa perayaan tanpa batas. Di dalam QS. Al-Maidah ayat 114, disebutkan تكون لنا عيدا لاولنا واخرنا artinya “..(almaidah) buat kami sebagai perayaan untuk generasi awal kami dan generasi akhir kami”.

Asbabunnuzul ayat ini berlatar belakang kisah penuh harap sekelompok pengikut Nabi Isa yaitu Hawariyun yang menginginkan kesenangan hidup seperti masa-masa sebelumnya yang pernah dialami. Ketika Nabi Isa mendengar harapan pengikutnya itu, beliau bermunajat kepada Allah Swt.

Firman Allah Swt: “Isa anak Maryam berdoa: Wahai Tuhan turunkanlah meja hidangan makanan dari langit dimana ia buat kami menjadi perayaan untuk generasi awal kami dan generasi akhir kami” (QS. al-Maidah: 114).

Doa yang dipanjatkan Nabi Isa itu pun dikabulkan dengan diturunkan meja berisi hidangan makanan lezat yang nikmatnya melebihi apa yang pernah mereka santap, yakni manna dan salwa. Hidangan ini disantap bersama-sama dengan Hawariyun, dengan harapan bahwa perayaan (ied) ini tidak hanya dinikmati mereka tetapi juga dirasakan orang-orang setelah mereka.

Penggunaan kata “perayaan” (ied) dalam doa yang dipanjatkan Nabi Isa diinterpretasikan oleh para ulama tafsir bahwa keinginan manusia untuk merasakan kembali suka cita (al-farh) merupakan hal alamiah. Terlepas bahwa Allah menuntut manusia agar selalu meningkatkan spiritualitasnya akan tapi tak bisa dipungkiri bahwa naluri manusia untuk merasakan kenikmatan duniawi adalah nyata.

Apalagi jika doa ini dikaitkan dengan kepribadian dan jalan hidup Nabi Isa yang dikenal menjahui kenikmatan duniawi, maka doa ini sekaligus bentuk “pemakluman” Nabi Isa tentang kenikmatan materiil. Ialah kenikmatan yang mampu menggugah manusia merasakan kesenangan dan kegembiraan sehingga mereka mau bergerak dan berpikit merealisaaikan cita-cita hidup mereka.

Nabi Isa memaklumi kecenderungan itu, sehingga beliaupun berharap agar perayaan bukan saja dinikmati pengikutnya dari generasi pertama semata, akan tetapi juga dapat dirasakan oleh umat manusia sesudahnya.

Itulah maksud dari pengharapan Nabi Isa tentang perayaan tanpa batas yang disebutkan dalam QS. Al-Maidah ayat 114.

Related Posts