Perempuan yang Kerap Hilang dari Pelukan

Ilustrasi: umma

Dia sering membuatku tergagap karena percikan air wudhunya kerap membuatku belingsatan untuk segera bangun dari peraduan meski kantuk belum beranjak dihimpit rasa malas.

Wajah polosnya sering mematahkan keangkuhan dan kesombonganku untuk berhenti sejenak mendengar kisah perempuan di samping Nabi yang tidak pernah berkeluh dan berlomba mengkhatamkan Al-Quran sebulan. Kadang makananku hilang disedekahkan.

Tak pernah menghitung berapapun belanja kuberikan —yang sering aku pinjam lagi ditengah bulan untuk kesenanganku yang tidak perlu—sementara ia sisipkan belanja setiap sebulan untuk kebaikan yang banyak. Kadang aku berpikir darimana kau dapatkan itu semua ?

Ia tidak pernah mengeluh betapapun kelakuanku yang menyebalkan.

Ia sering hilang dari pelukanku — dan aku lihat sedang duduk atau berdiri di atas sajadahnya di hening malam —-

Apapun yang aku cari dia temukan— apapun yang aku butuhkan ia sediakan. Dari pakaian celana dalam hingga kontak mobil..

Tak pernah lelah mendoakan — aku sering meminta doanya dan berharap ridhanya agar damai jalanku sentosa hidupku —

Aamiin

Related Posts