Keutamaan Menghafal Al-Qur`an (Part 3)

Al-Quran

Kelima: Akan menempati tingkatan yang tinggi di surga Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Jumlah tingkatan-tingkatan surga sama dengan jumlah ayat-ayat Al-Qur`an. Maka tingkatan surga yang dimasuki oleh penghafal Al-Qur`an adalah tingkatan yang paling atas, di mana tidak ada tingkatan lagi sesudah itu.” (HR Ahmad).

Keenam: Penghafal Al-Qur`an adalah keluarga Allah. Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda. “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia…” Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda manjawab, “yaitu ahli Qur`an (orang yang membaca atau menghafal Qur`an dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR. Ahmad).

Ketujuh: Menjadi orang yang Arif di surga Allah. Diriwayatkan dari Anas ra, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda; “Para pembaca Al-Qur`an itu adalah orang-orang yang arif di antara penghuni surga,”

Kedelapan: Memperoleh penghormatan dari manusia. Dari Abu Musa Al Asya’ari ra., Rasulullah SAW bersabda : “Di antara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal Al-qur`an yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Al-Qur`an tidak diamalkan, serta menghormati kepada penguasa yang adil.”
Rasulullah SAW juga bersabda: “Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-qur`an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari).

Kesembilan: Hatinya terbebas dari siksa Allah. Abdullah bin Mas’ud berkata, Rasulullah bersabda, “Bacalah Al-Qur`an karena Allah tidak akan menyiksa hati orang yang hafal Al-Qur`an Sesungguhanya Al-Qur`an ini adalah hidangan Allah, siapa yang memasukkinya ia akan aman. Dan barangsiapa yang mencintai Al-Qur`an maka hendaklah ia bergembira.”

Kesepuluh : Mereka (bagi kaum pria) lebih berhak menjadi Imam dalam shalat. Ibnu Mas’ud berkata, Rasulullah bersabda, “Yang menjadi imam dalam shalat suatu kaum hendaknya yang paling pandai membaca (hafal ) Al-Qur`an”

“Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya”. (HR. Muslim)

“Adalah Nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al-Qur`an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)

Kesebelas : Disayangi oleh Rasulullah. Jabir bin Abdullah berkata, Rasulullah menyatukan dua orang dari orang-orang yang gugur dalam perang Uhud dalam satu liang lahad. Kemudian Nabi bertanya, “Dari mereka berdua siapakah paling banyak hafal Al-Qur`an” Apabila ada orang yang dapat menunjukkan kepada salah satunya, maka Nabi memasukkan mayat itu terlebih dahulu ke liang lahad.

Kedua Belas: Dapat memberi syafa’at kepada keluarga. Ali bin Abl Thalib berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa membaca Al-Qur`an dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga dan memberikannya hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya di mana mereka semuanya telah ditetapkan untuk masuk neraka”.

Ketiga Belas : Merupakan bekal-bekal yang terbaik. Jabir bin Nufair berkata, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya kamu tidak akan kembali menghadap Allah dengan membawa sesuatu yang paling baik daripada sesuatu yang berasal dari-Nya, yaitu Al-Qur`an.

Demikianlah sejumlah keutamaan membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur`an. Utamanya menghafal Al Qur`an bukanlah sesuatu yang sulit, jika didasari dengan niat yang ikhlas, sabar, tekun, dan tekad yang kuat, didukung dengan pertolongan dan ridlo Allah, insya Allah dapat diwujudkan dengan baik dan hasil yang terbaik. Semoga Allah SWT memberikan hidayat dan bimbingan kepada kita, sehingga kita bisa menghafalkan ayat demi ayat, surat demi surat sampai kita bisa menguasai semuanya. Aamiin. Kita bersyukur bahwa dewasa ini semakin banyak ummat Islam, khususnya anak-anak yang diarahkan untuk ikut program tahfidzul Qur`an, semoga pada saatnya terbangun Generasi Qurani seiring dengan Generasi Emas. Semoga!

Yogyakarta, 27 Syawal 1442 H/ 8 Juni 2021 M

Related Posts