Wudhu` Sebagai Bagian dari Upaya Pencegahan Penularan Covid-19

Virus tengah menjadi topik yang hangat diperbincangkan sejak menyebarnya wabah COVID-19 akibat infeksi virus Corona yang merenggut banyak nyawa. Riset tentang virus sendiri pertama kali dilakukan dan ditemukan oleh seorang ilmuan bernama Adolf Mayer di tahun 1887. Kala itu, ia melihat penyakit bercak kuning pada daun tembakau dan menular ketika dioleskan ke tanaman yang sehat. Akhirnya, virus diteliti lebih lanjut oleh ilmuwan Rusia bernama Dimitri Ivanovski di tahun 1892. Lalu hasil penelitian tersebut dikembangkan lagi oleh M Beijerinck di tahun 1899 untuk mengetahui penyebab penyakit bercak kuning pada tanaman.

Virus adalah organisme yang berukuran sangat kecil dan memiliki molekul asam nukleat, tubuhnya didominasi oleh DNA atau RNA yang terbungkus dalam lapisan pelindung protein (kapsid). Jaringan tersebut diketahui dapat membawa informasi genetik dan mereplikasi dirinya sendiri sehingga dapat menginfeksi dengan cepat. Setelah virus memasuki sel atau jaringan tubuh makhluk hidup, proses pergerakannya akan mengganggu metabolisme atau bahkan merusak sel atau jaringan sehingga menyebabkan suatu penyakit.

Adapun salah satu yang menyebabkan penyakit COVID-19 ini adalah gaya hidup yang tidak sehat. Mengapa? sebab timbul dan menyebarnya bermula dari gaya hidup yang tidak sehat dan kurangnya menjaga kebersihan tubuh. Ketika seseorang kurang menjaga kebersihan dirinya, ditambah pula gaya hidupnya yang terlalu abai dengan kesehatan. Hal tersebut menyebabkan tubuh mengalami penurunan fungsi tubuhnya, ibarat kata tameng pelindungnya sedikit terbuka, maka virus itupun akan dengan mudah masuk ke sel-sel dan jaringan -jaringan tubuh.

Dalam Islam, umatnya selalu dianjurkan bahkan diperintahkan untuk selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan tubuh maupun lingkungannya. Cara membiasakan diri menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam islam ialah dengan cara berwudhu’. Sesuai dengan firman-Nya dalam Q.S.Al-Ma’idah/5:6 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

Quraish Shihab dalam kitab tafsirnya yang berjudul “Tafsir al-Mishbah” mengatakan bahwa kegiatan menyucikan diri dari hadas atau kotoroan, salah satunya dengan berwudhu’ mempunyai manfaat yang sangat besar. Di antaranya adalah membersihkan dan menjaga tubuh dari kotoran sampai debu yang membawa bibit penyakit, melancarkan peredaran darah dan mengurangi ketegangan pada otot tubuh.

Dalam Al-Qur’an juga telah dijelaskan bahwa tata cara berwudhu’ ialah membasuh muka, kemudian tangan sampai siku, kemudian mengusap rambut dan membasuh kaki hingga mata kaki. Allah menetapkan ketentuan itu semua dengan maksud agar umatnya yang patuh menjadi bersih secara lahir dan batin, sehingga terhindari dari penyakit yang dapat menganggu ibadah sehari-hari.
Sama persis dengan apa yang diperintahkan oleh Allah sebagaimana terekam dalam Al-Aur’an (yakni wudhu’), pemerintah pun memerintahkan hal serupa yakni rajin membersihkan diri seperti cuci tangan dengan sabun dan memakai handsanitizer sebagai upaya pencegahan terjangkit dari COVID-19. Sehingga apa yang telah dianjurkan oleh pemerintah, sebenarnya juga telah diperintahkan dalam Islam. Terutama dalam syariah-nya yakni sholat yang salah satu syaratnya adalah dengan berwudhu’.

Seperti yang sudah disampaikan oleh Allah dalam firman-Nya pada surat Al-Ma’idah ayat 6 di atas, telah dijelaskan bahwa sebelum melaksanakan shalat harus berwudhu’ terlebih dahulu. Setidak-tidaknya dalam sehari wudhu’ (mencakup cuci tangan) dilakukan lima kali seperti jumlah shalat yang wajib dilakukan per harinya. Dengan begitu dapat dikatakan wudhu’ mengajak kita untuk mematuhi protokol kesehatan, serta bagian dari upaya dari pencegahan terjangkit dari aneka penyakit, termasuk COVID-19 sekalipun.

Related Posts