Cara Mudah Menjadi Kaya

Kalau bisa memilih, saya ingin dilahirkan setelah tahun 2000. Semuanya serba mudah. Mau belajar sendiri, gampang. Mau baca ribuan buku gratis, gampang. Mau punya banyak teman, gampang. Mau bangun bisnis, gampang. Mau nabung, gampang. Mau investasi, gampang. Mau jadi kaya, jauh lebih gampang dari masa sebelum tahun 2000.

Dulu, kalau kita punya uang sisa, paling kita bisa menabungnya di bank, lewat deposito, yang bunganya tak terlalu tinggi. Kalau mau menggunakan instrumen investasi, prosesnya rada rumit dan makan waktu berhari-hari. Mau investasi saham, juga perlu proses yang tak cepat. Singkatnya, hidup di era pra-2000 itu kurang lebih sama dengan era 1930an. Kalaupun ada perubahan, tak terlalu banyak.

Dunia mulai berubah setelah ada internet. Indonesia semakin kaya karena ada demokrasi dan kebebasan. Internet, demokrasi, dan kebebasan adalah kombinasi yang dahsyat bagi negeri ini. Orang kaya baru banyak tumbuh karena internet. Baik akibat pengetahuan yang mereka dapat lewat interaksi di jaringan maya itu, atau akibat membuka usaha di sana.

Salah satu instrumen kekayaan adalah pengelolaan aset. Kalau Anda punya uang lebih, mau diapakan? Cara paling ampuh adalah memutar kembali uang Anda lewat bisnis. Deposito tak akan membuat Anda kaya. Ia hanya menutup sedikit kerugian Anda akibat inflasi. Orang bijak tak menaruh uangnya di bank, tapi memutarnya di beragam instrumen investasi.

Thanks to the internet, berinvestasi sekarang ini sangat mudah. Anda tak perlu punya uang jutaan dulu untuk memulai investasi. Di reksadana, Anda bisa memulainya dengan uang 10 ribu rupiah. Yang penting ada kemauan, keberanian, dan persisten nabung. Kata orang sukses, perjalanan 1000 km dimulai dari selangkah.

Mau investasi di pasar uang, obligasi, atau saham, semuanya ditampung dalam skema reksadana. Dulu, mau investasi di reksadana, minta ampun rumitnya. Sekarang, tinggal klak-klik di ujung jari kita. Seringkali saya melakukannya jam 1 pagi dini hari, pas terbangun, dari atas tempat tidur. Gila, betapa mudahnya!

Karena itu, sekali lagi, saya heran kalau ada anak-anak muda sekarang yang tak mampu menjadi miliarder.

Related Posts