Islam dan Kapitalisme

Iustrasi: blog.trotteur.com

Maxime Rodinson, seorang sarjana Marxist asal Perancis, suatu kali ingin membuktikan tesisnya bahwa agama-agama punya semangat sosialisme yang tinggi. Dia melakukan penelitian yang sangat mendalam terhadap Islam. Dia tinggal di Suriah beberapa tahun. Membaca banyak karya klasik dan karya-karya yang ditulis ulama kontemporer. Ia mempelajari sistem ekonomi dan keuangan Islam. Ia juga mengamati kehidupan Muhammad, baik sebelum maupun setelah menjadi nabi.

Studinya ia tuangkan dalam sebuah buku yang kini menjadi klasik. Judulnya “Islam et Capitalisme” (Islam dan Kapitalisme). Rodinson terkejut dengan hasil penelitiannya. Islam ternyata tidak sesosialis yang dia bayangkan. Menurutnya, Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi hak milik dan kekayaan. Nabi Muhammad adalah seorang yang sangat positif dalam memandang harta dan kehidupan.

Menurut Rodinson, Islam adalah agama yang lebih dekat kepada semangat Kapitalisme ketimbang Sosialisme. “Muhammad was at least not a socialist,” tulisnya, untuk menggambarkan bahwa Nabi Muhammad bukanlah seorang sosialis. Profesi Muhammad sebagai seorang nabi dan saudagar membentuk karakter unik, gabungan antara –meminjam istilah Weber– “etika Islam dan semangat Kapitalisme.” Weber sendiri tak percaya dengan tesis Islam sebagai agama Kapitalis.

Rodinson semula kecewa dengan hasil penelitiannya. Ingin membuktikan tesis Weber bahwa Islam anti-Kapitalis malah mendapatkan hasil bahwa Islam sangat positif dalam memandang kapital dan kekayaan. Perlu diingat, buku Rodinson terbit tahun 1966, di tengah semangat banyak sarjana yang ingin membuktikan bahwa Islam cocok dengan Sosialisme. Tokoh Muslim seperti Sayyid Qutb di Mesir atau Tjokroaminoto di Indonesia merasa bahwa Islam dekat dengan Sosialisme. Tapi, semua pandangan itu terbantahkan oleh hasil penelitian Rodinson.

Rodinson adalah sarjana yang cukup simpatik terhadap Islam. Ia pengagum Montgomery Watt, orientalis paling positif dalam melihat Islam. Dia mendukung Palestina dan anti-Zionis. Dia mengagumi Muhammad, dan menulis sebuah buku khusus, tentang biografi sang nabi, yang terbit tahun 1960.

Di tengah sikap apatis sebagian kaum Muslim dalam memandang Kapitalisme, saya kira, kita semua perlu membaca kembali Maxime Rodinson.

Related Posts