Talbiyah di Jaman Jahiliyyah

Ilustrasi: pwmu.com

Sebelum Nabi Muhammad diutus menjadi rasul, di antara orang-orang Arab sudah ada kebiasaan berziarah ke Ka’bah dan bertawaf. Mereka juga melantunkan pujian talbiyah tapi bacaannya berbeda dengan talbiyah yang diajarkan Nabi Muhammad.

Bacaan talbiyah pra Islam seperti ini
لبيك اللهم هبل، لبيك يحدونا الأمل

Dalam flim dokumenter “Fajrul Islam” digambarkan sekelompok orang dari Suku Ak asal Yaman yang mengitari Ka’bah. Mereka bersuara lantang

«نحن غرابا عك عك، عك إليك عانية، عبادك اليمانية، كيما نحج الثانية، لبيك اللهم هبل، لبيك يحدونا الأمل»

Artinya: “kami adalah gagak Ak. Ak datang kepadamu dengan penuh pasrah. (Ak) adalah hamba sahayamu yang berkebangsaan Yaman. Ingin datang berhaji lagi untuk kedua kali..”

Suku Ak berasal dari Yaman sesuai keterangan dalam bait yang dilantunkan. Suku Ak merupakan keturunan Adnan bin Muqwam bin Nahour bin Terah bin Yarub bin Yashjib bin Nabit bin Ismail bin Ibrahim. Sebagai keturunan yang tinggal jauh dari asal usul leluhurnya, mereka setiap tahun berkunjung ke Mekkah untuk berziarah.

Kebiasaan mereka bertawaf dipandu oleh dua orang laki-laki berkulit hitam. Oleh karenanya mereka menyebut diri mereka sebagai “kawanan burung gagak” suku Ak yang berkebangsaan Yaman. Mereka menyembah patung sehingga dalam talbiyah mereka pun menyanjung sesembahan mereka itu.

Bacaan Talbiyah suku Ak ini kemudian diluruskan semenjak Rasulullah mendapatkan perintah dari Allah Swt untuk berhaji. Rasulullah mengajarkan cara bertalbiyah yang pernah dikumandangkan oleh Nabi Ibrahim yaitu

لبيك اللهم لبيك. لبيك لا شريك لك لبيك. ان الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك.

Related Posts