Gara-gara “Cekel”, “Aloncak” Dan “Monggo Disambhi”

Ilustrasi: Merdeka.com

Ketiganya memiliki kemiripan dalam bahasa Jawa dan Madura tapi maknanya jauh berbeda. Bahkan nyaris tidak masuk akal bila diperintahkan kepada orang yang berbeda bahasa.

Cekel

Dalam bahasa Jawa artinya adalah “pegang”. Ketika menyembelih kambing, jagal dari Jawa dibantu oleh orang Madura untuk memegang di bagian kepala kambing. Jagal pun menyuruh: “Cekel, Cekel”, maksudnya pegang kepalanya. Orang Madura tadi tidak memegang kepala kambing tapi lehernya sampai kambing hampir tidak dapat bersuara. Setelah ditanya kok yang dipegang leher kambing? Madura jawab: “Katanya disuruh cekel, ya saya cekel“. Perlu diketahui dalam bahasa Madura Cekel artinya adalah mencekik leher.

Aloncak

Orang Jawa mengucapkan Aloncak ini dengan ucapan “Alon, Cak” (pelan-pelan, Mas). Orang Madura yang mengayuh becak dan orang Jawa jadi penumpang, saat jalan menurun laju becak sangat kencang. Orang Jawa bilang: “Alon, Cak! Alon Cak!“. Pengayuh becak pun melompat sehingga becaknya masuk ke sungai. Setelah ditanya kenapa kok melompat? Orang Madura jawab: “Sampeyan menyuruh Aloncak, ya saya Aloncak”. Aloncak dalam bahasa Madura adalah melompat.

Monggo Disambhi

Kalau bertamu kepada orang Jawa dan disuguhi makanan, cara orang Jawa menawarkan dengan bahasa “Monggo Disambhi“, atau silahkan dimakan. Setelah hari raya ada orang Madura melakukan unjung-unjung ke tetangga yang dari Jawa.

Ia menyuguhkan jajanan sambil berkata: “Monggo Disambhi“. Orang Madura ini agak bingung, tapi karena disuruh terus akhirnya beberapa jajan dimasukkan ke kantong bajunya. Orang Jawa pun bingung tapi diam, tidak enak kalau menegur. Tapi orang Madura tadi tidak salah, sebab arti “Monggo Disambhi” adalah “Silahkan bawa pulang”. Untung toples dan taplak meja tidak ikut dibawa pulang.

Jadi ketika berbeda bahasa tetapi agak janggal, sebaiknya bertanya dulu apa maksudnya, agar tidak salah paham.

 

Related Posts