Tidur Sebagai Udzur Shalat

Tidur menjadi udzur (alasan keterlambatan/mengakhirkan menunaikan shalat yang dibolehkan)* apabila seorang tidur sebelum masuk waktu shalat. Adapun ketika tidurnya setelah masuk waktu shalat, maka tidak diperhitungkan sebagai alasan, kecuali dalam dua keadaaan :

Pertama : Apabila dia punya kebiasaan bisa bangun sebelum waktu shalat keluar.

Kedua : Apabila dia berwasiat kepada orang yang dapat dipercaya untuk membangunkannya sebelum waktu shalat keluar.

Disunahkan untuk membangunkan seorang yang tidur sebelum masuk waktu shalat. Dan diwajibkan untuk membangunkan seorang yang tidur setelah masuk waktu shalat. (At-Taqrirat As-Sadidah, qismul Ibadat, hlm. 190).

Keterangan di atas ditinjau dari sisi rincian hukum. Tapi dalam ranah amaliah, tentunya yang paling aman, menentramkan hati, dan terlepas dari tanggungan kewajiban adalah menunaikan shalat dulu sebelum tidur. Atau membiasakan diri tidak tidur mendekati waktu shalat tiba. Dan membiasakan untuk menunaikannya di awal waktu secara berjamaah. Semoga Allah memudahkan kita semua. Amin.

Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ada kekurangan. Wallahu a’lam bish shawab.

Kesimpulannya adalah seorang tidak berdosa ketika mengakhirkan shalat karena alasan yang dibolehkan, salah satunya karena tidur (dengan perincian di atas

 

Related Posts