Apakah Suara Perempuan Aurat?

Ilustrasi: rumah kitab

Melihat tidak sedikitnya penyanyi perempuan sekarang, sehingga membuat polemik tentang apakah suara perempuan itu merupakan aurat atau tidak??

Mayoritas ulama’ termasuk kalangan ulama’ Syafi’iyyah, bahkan sudah menjadi ijma’ ulama’ bahwa hukum asal suara perempuan itu bukanlah aurat, sehingga tidak haram mendengarnya.

صوت المرأة عند الجمهور ليس بعورة./

وفي البجيرمي : وصوتها ليس بعورة على الأصح/

وَإِنْ لَمْ يَكُنْ عَوْرَةً بِالْإِجْمَاعِ.

Ketidakharamaan mendengar suara perempuan itu ada dua syarat :

1) Selama tidak ada kekhawatiran muncul fitnah ketika mendengarnya, seperti suara mendesah dll.

2) Tidak berlezat-lezat ketika mendengarnya.

فيحل سماعه ما لم تخش فتنة أو يلتذ به

Andai dikhawatirkan muncul fitnah atau berlezat-lezat ketika mendengarnya, maka hukum mendengar suara perempuan menjadi haram, sekalipun itu suara membaca Al-Qur’an.

إن خشي منه فتنة أو التذ به: أي فإنه يحرم سماعه، أي ولو بنحو القرآن.

Catatan :

Sunah bagi perempuan ketika komunikasi dengan lawan jenisnya yang bukan mahromnya, tidak melembutkan suaranya bahkan mengkasarkan suaranya dengan menutup mulutnya dengan bagian luar telapak tangannya agar suaranya kasar dan keras.

وإذا قرع باب المرأة أحد فلا تجيبه بصوت رخيم، بل تغلظ صوتها، بأن تأخذ طرف كفها بفيها وتجيب.وفي العباب: ويندب إذا خافت داعيا أن تغل صوتها بوضع ظهر كفها على فيها.

Jadi,,, kalau perempuan telfonan atau bicara langsung dengan laki-laki lain, maka perempuan tadi jangan mengayu-ayukan dan memanja-manjakan suaranya.

📗 I’aanah ath-Thoolibiin Juz 3 Hal. 302

📗 al-Fiqh al-Islaam wa Adillatuh Juz 1 Hal. 755

📗 al-Bujairomi ‘Alaa al-Manhaj Juz 3 Hal. 324.

📗 Mughnii al-Muhtaaj Juz 4 Hal. 210.

Related Posts