Siapa yang Lebih Alim antara Imam Abu Hanifah atau Imam Malik?

Sebuah pertanyaan menggelitik, tapi betul-betul nyata. Menariknya, tanya jawab tersebut muncul dari murid keduanya. Yaitu Imam Mujtahid Muhammad bin Hasan asy-Syaibani [murid Imam Abu Hanifah] dan murid beliau sendiri, yaitu Imam Mujtahid asy-Syafi’i [murid Imam Malik].

Menambah menarik kisah ini, bahwa ternyata Imam Muhammad bin Hasan asy-Syaibani juga murid atau pernah mulazamah beberapa tahun dihadapan Imam Malik, bahkan menjadi perawi [salah satu dari dua riwayat masyhur] kitab al-Muwaththo’.

Untuk selanjutnya Imam Muhammad bin Hasan disingkat dengan [M] dan Imam asy-Syafi’i disingkat dengan [A].

M bertanya kepada [A]: “Antara guruku [guru mulazamah, Abu Hanifah] dan gurumu [guru mulazamah, Malik bin Anas], mana yang lebih alim menurut kamu?”.

[A] menjawab: “Atas dasar inshof [jujur]?”.

[M] menjawab: “Betul”.

[A] menjawab dengan pertanyaan balik: “Siapa yang lebih alim al-Qur’an?”.

[M] menjawab: “Gurumu [Malik]”.

[A] kembali bertanya: “Siapa yang lebih alim sunnah?”

[M] menjawab: “Gurumu [Malik]”.

[A] kembali bertanya: “Siapa yang paling alim tentang ucapan shahabat dan ulama’ sahabat yang terdahulu?”.

[M] menjawab: “Gurumu [Malik]”.

[A] berkata: “Kini tidak ada lagi tinggal qiyas. Dan Qiyas tidak akan ada kecuali [didasarkan] atas semua itu [Qur’an, Hadits dan Atsar Sahabat]. Dan siapa yang tidak faham usul [Qur’an dan Sunnah], maka dia hendak melakukan qiyas dengan dasar apa?”.

[Qultu: Sudah tampak betapa luas keilmuan dan alimnya Imam Abu Hanifah menurut Imam asy-Syafi’i]

[A] Kembali berkata: “Andai ada yang berkata bahwa keduanya sama dalam ilmu al-Qur’an. Abu Hanifah lebih alim dalam bidang qiyas, Malik lebih alim dibidang Sunnah dan memiliki ilmu yang luas dari banyak sahabat, sebagaimana Abu Hanifah lebih alim terhadap atsar Ali bin Abi Thalib, Ibn Mas’ud dan sahabat yang tinggal di Kufah, maka kita telah bersikap inshof pada saat orang tidak bisa mengucap inshof”.

 

Sekedar info tambahan, Imam Malik dan Imam Abu Hanifah adalah sahabat dan kawan diskusi. Imam Malik pernah mengambil fatwa Imam Abu Hanifah dan Imam Abu Hanifah pernah mengambil riwayat dari Imam Malik. Dan Imam Malik sendiri pernah menggambarkan betapa cerdasnya Imam Abu Hanifah, sahabatnya tersebut: “Andai Abu Hanifah mengatakan tiang kayu itu adalah emas, maka hujjah dia akan tegak”.

Semoga Allah meridhai Imam Malik dan Imam Abu Hanifah.

Related Posts