Sujud yang Dilakukan Pemain Bola Setelah Mencetak Gol dalam Madzhab Syafi’i?

Sujud yang dilakukan pemain bola setelah mencetak gol bukanlah dihukumkan sujud syukur, sebab tidak memenuhi syarat sujud syukur, seperti keadaan suci, menutup aurat dll.

Akan tetapi sujud tersebut hanyalah sujud untuk merendahkan diri (menganggap diri ini lemah, hanya Allah yang kuasa). Maka oleh sebab itu sujud tersebut boleh hukumnya.

مذهبنا أن السجود في غير الصلاة مندوب لقراءة آية السجدة للتالي والسامع ، ولمن حدثت له نعمة ظاهرة أو اندفعت عنه نقمة ظاهرة شكراً لله تعالى ، ولا يجوز السجود لغير ذلك ، سواء كان لله فيحرم أو لغيره فيكفر ، هذا إن سجد بقصد العبادة ، فلو وضع رأسه على الأرض تذللاً واستكانة بلا نيته لم يحرم إذ لا يسمى سجوداً.

Catatan :

Melihat dari pendapat di atas :

Selebrasi itu sebenarnya bukan sujud syukur dalam pengertian yang sesuai dengan ketentuan fikih. Hanya saja, memberikan persepsi pada para penonton bahwa ia seorang muslim yang ingin merendahkan dirinya.

📚 Bughyah al-Mustarsyidin Juz 1 Hal. 119.

Related Posts