Menjawab Screenshot yang Menyerang Kredibilitas Abu Hurairah

Dalam status saya sebelum ini (16 Nov 2021) yang berjudul “Sahabat Abu Hurairah”, seorang komentator dengan nama akun Ajid Mnwr meminta penjelasan tentang tiga screenshot (SS) yang dibuat secara khusus untuk menyerang kredibilitas sahabat Abu Hurairah. Perawi agung ini dituduh sebagai seorang mudallis atau pemalsu sanad hadis.

SS 1
SS 2
SS 3

Agar tidak hilang dan mudah dicari di masa depan, saya memutuskan untuk mengunggah jawaban saya dalam status ini secara khusus. Ketiga SS saya lampirkan di postingan ini dan berikut ini jawaban singkat saya (maaf teks arab tidak sempat saya terjemah):
———

Itu dari Syi’ah ya?๐Ÿ˜€ Sebaiknya anda tidak mendengarkan mereka. Tapi baik saya coba jawab satu persatu sesuai urutan SS anda.

1. SS Pertama adalah kasus riwayat Abu Hurairah dari Fadl bin Abbas.

Dalam kasus ini, seperti yang dikatakan Abu Hurairah dalam shahih Muslim, dia mendengar hadis itu dari Fadl, bukan langsung dari Rasul. Tetapi benar bahwa Rasulullah mengatakan itu di awal-awal islam. Sebagaimana maklum, di awal islam tidak boleh menggauli istri di malam hari ramadan, dan bila dilakukan maka puasanya batal. Inilah yang diketahui oleh Fadl dan yang disampaikannya pada Abu Hurairah. Kemudian Abu Hurairah memfatwakan ini terus sebab tidak tahu bahwa aturan ini telah dinasakh.

Dalam Ibnu Majah itu sekedar penegasan bahwa itu bukan pendapat Abu Hurairah sendiri tetapi betul bahwa itu perkataan Nabi Muhammad. Memang betul kan, sabda Nabi yang didengar Abu Hurairah melalui Fadl. Di sana Abu Hurairah tidak menyatakan mendengar langsung dari Nabi Muhammad, jadi dia tidak berbohong sama sekali. Ini hal yang sederhana untuk dipahami, tapi orang syiah sengaja mengaburkan masalah.

2. Kasus SS kitab mahshul.

Di situ imam Razi sama sekali tidak menjarh Abu Hurairah. Beliau hanya menjelaskan orang-orang yang berkata bahwa mereka mendengar dari Abu Hurairah padahal aslinya mendengar dari Ka’ab bin Ahbar.

Kemudian pentahqiqnya berkomentar bahwa kasus ini dijadikan dalih oleh abu Rayah untuk menuduh tadlis Abu Hurairah. Perlu anda ketahui, Abu Rayah di sini adalah seorang penulis Syiโ€™ah yang membuat buku berjudul Syaikhul Mudlirah Abu Hurairah yang isinya mencela abu Hurairah, seperti kebiasaan mereka berabad-abad. Dalam stabilo warna kuning, diceritakan nasehat Bisyr bin Said yang menyuruh orang berhati-hati dalam meriwayatkan hadis. Dia mendengar riwayat Abu Hurairah yang dari Nabi dan yang dari Kaโ€™ab, lalu orang-orang lain yang ceroboh mencampur kisah-kisah itu sehingga tidak jelas. Ini yang dicela adalah orang-orang yang tidak jelas itu, bukan Abu Hurairah. Namun si Abu Rayah malah memakai ini sebagai tuduhan tadlis pada Abu Hurairah.

Dalam Stabilo warna hijau, dinukil kutipan Syuโ€™bah yang menyebut bahwa Abu Hurairah mentadlis. Ini sudah dikmentari oleh Imam Dzahabi sebagai berikut:

ู‚ุงู„ ูŠุฒูŠุฏ ุจู† ู‡ุงุฑูˆู†: ุณู…ุนุช ุดุนุจุฉ ูŠู‚ูˆู„: ูƒุงู† ุฃุจูˆ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ูŠุฏู„ุณ. ู‚ู„ุช (ุงูŠ ุงู„ุฐู‡ุจูŠ): ุชุฏู„ูŠุณ ุงู„ุตุญุงุจุฉ ูƒุซูŠุฑุŒ ูˆู„ุง ุนูŠุจ ููŠู‡ุŒ ูุฅู† ุชุฏู„ูŠุณู‡ู… ุนู† ุตุงุญุจ ุฃูƒุจุฑ ู…ู†ู‡ู… ูˆุงู„ุตุญุงุจุฉ ูƒู„ู‡ู… ุนุฏูˆู„

Jadi tadlis di sini yang dimaksud sebetulnya adalah mursal sahabi yang lumrah terjadi dan diterima oleh para ahli hadis. Para sahabat ketika mendengar hadis dari sahabat lain yang lebih senior sering menyingkat cerita dengan berkata: โ€œNabi Muhammad berkata:….โ€. Ini bukan berarti mereka berbohong sebab Nabi Muhammad memang berkata demikian, hanya saja mereka tidak menyebut sanadnya dari sahabat yang lain. Ini sama seperti perkataan Anas bin Malik:

ูˆุงู„ู„ู‡ ู…ุง ูƒู„ ู…ุง ู†ุญุฏุซูƒู… ุณู…ุนู†ุงู‡ ู…ู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆู„ูƒู† ูƒุงู† ูŠุญุฏุซ ุจุนุถู†ุง ุจุนุถุง ูˆู„ุง ูŠุชู‡ู… ุจุนุถู†ุง ุจุนุถุง

Jadi ini bukan aib bagi Abu Hurairah. Kasusnya sama seperti kita ketika berkata โ€œRasulullah bersabda ….โ€ padahal kita tidak pernah mendengar dari Rasulullah. Bedanya, kalau kita bilang begitu perlu dicek sumbernya, kalau sahabat tidak perlu.

Dalam stabilo warna pink diceritakan bahwa Abu Hurairah menceritakan apa yang dia dengar dari Rasulullah dan juga menceritakan apa yang dia dengar dari Kaโ€™ab. Ini benar dan bukan aib sama sekali.

3. SS sahih Bukhari
Hadis itu jelas disebutkan abu Hurairah dari perkataan Nabi Muhammad dengan permulaan โ€œQala an-Nabiโ€. Kemudian di bagian tengahnya Abu Hurairah menambahi keterangan โ€œtaqulu al Marโ€™ah….โ€. tambahan inilah yang ditanyakan oleh orang pada Abu Hurairah apakah itu juga didengar langsung dari ucapan nabi sendiri? Abu Hurairah menjawab bahwa itu adalah keterangan pribadi Abu Hurairah. Hadisnya sendiri sampai โ€œwabdaโ€™ biman taโ€™ulโ€

Anda bisa mengecek ini dari riwayat Imam Ahmad berikut yang lebih jelas menceritakan kejadiannya:

ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู’ู…ูŽู„ููƒู ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆุŒ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ู‡ูุดูŽุงู…ูŒ ุŒ ุนูŽู†ู’ ุฒูŽูŠู’ุฏู ุŒ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุตูŽุงู„ูุญู ุŒ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุŒ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ( ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุธูŽู‡ู’ุฑู ุบูู†ู‹ู‰ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽุฏู ุงู„ู’ุนูู„ู’ูŠูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽุฏู ุงู„ุณู‘ููู’ู„ูŽู‰ุŒ ูˆูŽุงุจู’ุฏูŽุฃู’ ุจูู…ูŽู†ู’ ุชูŽุนููˆู„ู ) ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุณูุฆูู„ูŽ ุฃูŽุจููˆ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ู…ูŽุง ” ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุนููˆู„ูุŸ ” ู‚ูŽุงู„ูŽ: ” ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุชููƒูŽ ุŒ ุชูŽู‚ููˆู„ู: ุฃูŽุทู’ุนูู…ู’ู†ููŠ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู’ููู‚ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุทูŽู„ู‘ูู‚ู’ู†ููŠ ุŒ ูˆูŽุฎูŽุงุฏูู…ููƒูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู: ุฃูŽุทู’ุนูู…ู’ู†ููŠ ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุนู’ู…ูู„ู’ู†ููŠ ุŒ ูˆูŽุงุจู’ู†ูŽุชููƒูŽ ุชูŽู‚ููˆู„ู: ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฐูŽุฑูู†ููŠุŸ “

Clear ya masalahnya. Semoga bermanfaat.

Related Posts