Hukum Mewarnai Rambut Menjadi Pirang

Dalam Mazhab kita Syafi’i mewarnai rambut dengan warna kuning atau merah (pirang) adalah sunah.

ومذهبنا استحباب خضاب الشيب للرجل والمرأة بصفرة أو حمرة.

Namun Imam al-Ghozali Ra. menyatakan bila suatu kesunahan sudah menjadi sebuah trend orang nakal/jahat, maka berarti tidak boleh dikerjakan lagi karena khawatir akan menyerupai mereka, sebagaimana dalam kaidah Beliau :

ترك السنة مهما صارت شعاراً لأهل البدعة (الفجور/ الفساق) خوفاً من التشبه بهم.

“Perkara sunah ketika sudah dikenal dan melekat sebagai adat orang nakal/pelaku dosa, maka baiknya ditinggalkan agar terhindar dari tuduhan meniru gaya meraka.

Contoh dekatnya :

Mewarnai rambut dengan warna kuning atau merah dalam agama adalah sunah, akan tetapi rambut pirang di indonesia utamanya sudah menjadi trent anak gaul/nakal, maka kita tinggalkanlah rambut pirang agar terhindar dari dugaan meniru anak gaul.

Catatan :

Kalau pendapat Imam ‘Izz bin Abdissalam Ra. kita tetap menjalankan sunah sekalipun sunah itu sudah masyhur dipopulerkan orang nakal-jahat.

📗 Ihyaa Uluumiddin Juz 2 Hal. 272

📗 Syarah Shohih Muslim An-Nawawi Juz 7 Hal. 204.

Related Posts