Orangtua Jangan Menyulitkan Perjodohan Anaknya

Tidak jarang kita dengar seorang ayah atau ibu sering mempersulit perjodohan anaknya, apakah itu dengan alasan yang baik ataupun sebab calon menantunya tidak kaya dll.

Nabi Muhammad saw memberikan petuah pada orangtua agar cepat menerima calon menantu yang baik dalam agamanya tanpa harus berfikir panjang, dalam hadis dijelaskan :

إِذا أتاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ خُلُقَهُ ودِينَهُ فَزَوِّجُوهُ إِنْ لَا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأرْضِ وَفَسادٌ عَريضٌ.

“Bila orang yang agama dan akhlaknya kamu ridhai datang melamar anak gadismu, maka nikahkan dengannya. Sebab bila tidak, akan terjadi fitnah di muka bumi dan banyak kerusakan.” (HR. Tirmidzi)

Maksud dari terjadinya kerusakan ini adalah ketika si orangtua lebih mendahulukan pangkat dan harta daripada agama.

Seorang yang telah mau menikah jangan dihalang-halangi dan dilambatkan-lambatkan sebab, perkara nikah ini adalah termasuk dari perkara yang mesti disegerakan, sebagaimana dalam hadis dijelaskan :

«ثَلَاثٌ لَا تُؤَخَّرُ: الصَّلَاةُ إذَا أَتَتْ، وَالْجِنَازَةُ إذَا حَضَرَتْ، وَالْأَيِّمُ إذَا وَجَدَتْ لَهَا كُفُؤًا»

“Ada tiga perkara yang tidak boleh dilambatkan, yaitu salat ketika telah masuk waktunya, jenazah ketika sudah tiba dan anak wanita yang telah menemukan jodohnya.” (HR. Tirmidzi)

Ketika seorang anak melakukan dosa seperti zina dan sebagainya sebab orangtua masih melambatkan anaknya yang mau nikah, maka dosanya dibebankan pada orang tua itu, sebagaimana dalam hadis dijelaskan :

مَنْ وُلِدَ لَهُ وَلَدٌ فَلْيُحْسِنِ اسْمَهُ وَأَدَبَهُ، فَإِذَا بَلَغَ فَلْيُزَوِّجْهُ فَإِنْ بَلَغَ وَلَمْ يُزَوِّجْهُ فَأَصَابَ إِثْمًا، فَإِنَّمَا إِثْمُهُ عَلَى أَبِيهِ “

“Barang siapa yang terlahir atasnya seorang anak, maka baguskanlah nama dan adabnya, dan jika telah baligh maka nikahkanlah. maka jika telah baligh dan belum dinikahkan ketika si anak melakukan satu dosa, maka dosanya ditanggung oleh bapaknya.” (HR. Baihaqi)

📗 Syu’abul Iman Juz 11 Hal. 137

📗 Nailul Authoor Juz 6 Hal. 153.

📗 Hasyiah As-Sanadi Juz 1 Hal. 607.

Related Posts