Pintar Jangan Setengah-setengah, Bahaya!

Orang yang pintarnya setengah-tengah tetapi berlagak macam pakar adalah tumor ganas yang melumpuhkan umat Islam, membuat mereka mengalami krisis berkepanjangan. Begitu Amir Syakib Arslan mengatakan dalam kitabnya: Limadza Ta’akhkhara al-Muslimuna, Wa Limadza Taqaddama Ghairuhum?

Mereka bahkan lebih berbahaya daripada orang yang benar-benar bodoh sekalipun, lanjut Amir Syakib Arslan. Mereka yang menyadari kebodohannya akan dengan mudah menerima bimbingan, pengarahan, edukasi, dan manut pada kiyai. Tetapi, figur yang ilmunya setengah-tengah cenderung tidak mau dibimbing. Merasa dirinya telah cakap dan tak butuh pengarahan.

Orang macam ini jelas kurang ilmunya, tetapi enggan mengakui bahkan terkesan mengingkari kenyataan itu. Akhirnya saat dikoreksi dia akan marah-marah, sensitif, yang diumbar bukan lagi argumentasi, tetapi hujatan dan caci maki. Kalaupun berargumen, biasanya gak nyambung, sekadar berapologi saja agar tidak malu. Apalagi jika dia sudah pandai berbicara dan memiliki banyak pengikut yang fanatik. Buram masa depan umat.

Seperti pepatah mengatakan:

ابتلائكم بمجنون خير من ابتلائكم بنصف مجنون. ابتلائكم بجاهل خير من ابتلائكم بشبه عالم

Menghadapi orang yang benar-benar gila akan jauh lebih baik daripada menghadapi orang yang setengah gila. Demikian pula menghadapi orang yang benar-benar bodoh, itu lebih baik daripada menghadapi mereka yang macak alim.

Orang liberal dan radikal banyak yang seperti ini. Pintarnya setengah-tengah..

Related Posts