Buah dari Tawakal & Ta’at

Pensyarah kitab Ayyuhal Walad berkata :

من توكل على الله وفوض جميع أمره إلى الله تعالى وتفرغ على طاعة الله تعالى وتقاعد عن معصية الله تعالى سخر الله له رزقه وهيأ أسبابه ويلهم عباده بالعطاء والإحسان إليه بل بفضل سماوي خلاف العادة.

“Siapa yang tawakkal pada Allah, menyerahkan semua perkaranya pada Allah Ta’ala, ta’at pada Allah Ta’ala dan tidak maksiat pada Allah Ta’ala, maka Allah akan memudahkan baginya jalan mencari rezeki, dan menggerakkan hati hamba-hambaNya agar memberikan sesuatu padanya dan berbuat baik padanya (makhluk Allah tunduk padanya).

Itu semua adalah karunia dari Allah Swt. yang bisa melebihi adat kebiasaannya.

Keterangan di atas dikuatkan dengan kisah dari Dzun Nun ra. :

Dikisahkan Dzun Nun ra. memancing ikan, kemudian melemparkan hasil pancingan ikan itu ke depan putri kecilnya, maka putri kecil itu melihat dua mulut ikan bergerak-gerak, sentak putrinya itu melemparkan kembali ikan itu ke sungai.

Maka sang ayah berkata pada putrinya :

Kenapa engkau buang-buang usahaku menangkap ikan.

Sang putri berkata :

Sesungguhnya aku tidak ridho memakan makhluk Allah yang berdzikir (gerakan dua mulut ikan itu dianggap putrinya sdg berdzikir)

Sang ayah berkata :

Terus apa yang mau kita makan?

Sang putri berkata :

Tawakkal pada Allah !!!

Maka pada malam harinya Allah turunkan pada putrinya hidangan makanan yang beragam dari langit.

Makanan itu tak pernah habis sama sekali sampai pada akhirnya putri Dzun Nun meninggal dunia, barulah makanan itu habis.

Dari kejadian ini dihukumkan bahwa hidangan makanan itu adalah buah hasil dari ketawakalan putrinya, ketika putrinya meninggal maka hidangan itupun tak datang lagi.

Syarah Ayyuhal Walad Hal. 75.

Related Posts