Menaklukkan Orang yang Berambisi Jabatan

Foto: read.id

Ketika kita menghadapi seseorang yang memiliki ambisi besar meraih jabatan maka belajarlah kepada Umar b. Khattab. Beliau mampu menghadapi Amru b. Ash yang sangat berambisi mengisi tampuk kepemimpinan.

Dalam catatan sejarah sahabat Rasulullah, Amru b. Ash dikenal sosok ambisius. Sebagai pejuang yang bernyali besar dan pemberani Amru b Ash selalu berharap diangkat sebagai pemimpin. Keinginannya itu melebihi batas wajar dari sekalian sahabat Rasul. Bahkan beliau dikisahkan sering bercerita kepada sahabat yang lain bahwa dalam mimpinya dia sengaja diciptakan Allah untuk menjadi pemimpin.

Atas dasar itulah Amru b. Ash dapat digolongkan sebagai sosok yang sangat ambisius dalam kepemimpinan.

Suatu saat Umar b. Khattab bertemu dengan Amru b. Ash yang ambisius itu. Beliau pun menyindirnya dengan tersenyum sembari berkata: “Tidak ada yang cocok pekerjaan di atas bumi ini untuk bapaknya Abdullah (Abu Abdullah adalah julukan Amru b. ash) terkecuali menjadi pemimpin.”

Amru b. Ash ketika mendengar perkataan Umar b. Khattab ini tidak tersinggung karena dalam hatinya sudah tumbuh rasa percaya diri bahwa dirinya memang tercipta sebagai pemimpin. Begitu pula ketika sahabat yang lain menggunjingkan ambisinya itu Amru b. Ash tidak lantas tersinggung. Justru beliau merasa tertantang membuktikan bahwa dirinya adalah calon pemimpin karena kecerdasan, kewibawaan, dan keunggulan lain yang ia miliki sehingga layak disebut calon pemimpin.

Sekalipun ambisius Amru b. Ash bukan sosok penjilat. Hal ini beliau buktikan ketika beliau berhasil menjadi seorang Amir (gubernur) di beberapa daerah secara bergantian, mulai dari Palestina, Yordania, dan terakhir Mesir. Semua beliau raih murni atas kepercayaan dan mandat Khalifah Umar b. Khattab.

Pada saat Khalifah melihat perkembangan kepemimpinan Amru b. Ash Amir yang mendekati status quo, beliau tidak lantas mencopotnya. Khalifah Umar b. Khattab memilih mengutus sahabat bernama Muhammad b. Maslamah yang membawa perintah agar Amru b. Ash membagi harta kekayaannya: separoh untuk dirinya dan separuhnya lagi diambil untuk disetorkan ke Baitul mal di pusat pemerintahan kota Madinah.

Khalifah Umar b. Khattab tak pernah benci kepada seseorang yang berambisi besar dalam pemerintahan. Beliau juga tidak merasa tersaingi dengan kehadiran tokoh seperti Amru b. Ash. Prinsip beliau adalah membina dan menyalurkan ambisi seseorang sesuai dengan kapasitas yang dimiliki orang tersebut.

Kebetulan Amru b. Ash adalah sosok ambisius di satu sisi tapi di sisi lain orangnya kompetensinya juga luar biasa. Hal ini pernah disampaikan Khalifah Umar b. Khattab ketika melihat orang yang rendah gairah hidupnya. Sambil mengusap telapak tangan orang itu, Umar b. Khattab berkata:

سبحان الله.. ان خالق هذا. وخالق عمرو بن العاص اله واحد!!

(Subhanallah! Siapa pencipta mu, apa berbeda dengan yang menciptakan Amru b Ash?!)

Jadi jangan takut dengan orang yang berambisi karena orang bijak justru yang mengendalikan orang-orang yang berambisi besar.

Related Posts