Tiga Problematika Rumah Tangga

Buku “Tabaruk Cinta Mencari Keberkahan dalam Pernikahan” merupakan karangan Muhammad Hudzaifah atau orang yang akrab disapa Kang Defa. Pria kelahiran 11 Juni 1979 ini menjelaskan tiga problematika atau batu sandungan dalam berumahtangga yang dapat memicu keretakan atau perceraian antara pasangan suami istri. Namun yang jelas, pria alumnus Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Sosial Politik Universitas Widya Mataram, Yogyakarta pada tahun 2005 ini tidak hanya memaparkan konfliknya, tetapi juga bagaimana cara menyikapi problematika tersebut.

Menurut Kang Defa, seseorang yang jika hendak menikah adalah bertujuan untuk mencapai kebahagiaan semata, maka tentu tidak akan didapat sepenuhnya. Sebab orang yang menikah adalah orang yang sah berumahtangga. Dan jika seseorang telah berumah tangga, maka agak rada jika problem itu tidak ada.

Setiap orang yang telah menikah, maka batu sandungan; problematika akan menjemputnya. Dan memeng begitu adanya. Lebih lanjut Kang Defa meluruskan bahwa ketika suatu permasalahan itu datang, orang itu akan sedikit merasa kecewa. Dan bila orang itu kecewa, maka bisa menimbulkan keretakan (arsitek) rumah tangga.

Menurut Kang Defa menikah selain merupakan anjuran bagi umat Islam untuk melepaskan nafsunya ke tempat yang semestinya (Islam tak mengekang nafsu secara total) dan merupakan sunnah Rasul, menikah juga adalah untuk saling mengkolaborasikan pemikiran, sikap dan tanggung jawab dari dua insan yang berbeda untuk saling mengerti. Sebab beda orang, jelas karakter dan pemikirannya tentu berbeda pula. Jadi sekali lagi, menikah itu bukan untuk bersenang-senang.

Secara garis besar, cobaan atau problem yang kerab melanda (menjadi ujian) orang yang berumah tangga itu ada tiga.

Pertama, tentang rezeki. Salah satu hal yg urgen dalam berumah tangga adalah rezeki.Tak perlu dipungkiri, mengingat segala kebutuhan dalam berumah tangga itu beragam. Rezeki yang Kang Defa maksud di sini adalah harta benda (kekayaan). Baik itu uang, perhiasan, kendaraan, rumah dan sebagainya.

Ketika cobaan rezeki seret menghampiri, maka itu memang salah satu risiko orang berumah tangga. Keseretan rezeki adalah hal yang wajar dan wajib untuk dihadapi. Dan ini merupakan ujian dalam pernikahan dan berkehidupan. Cara menghadapinya adalah sabar bahawa Allah akan memberi kemudahan setelah kesulitan, tidak boleh menyerah kepada keadaan dan lebih giat lagi untuk terus bekerja.

Kedua, konflik. Menurut Kang Defa, hidup itu memang tidak akan lurus dan tenang-tenang saja. Berbagai rasa tentu akan dicicipi. Apalagi dalam konteks berumah tangga, konflik itu pasti ada. Entah terjadi antara suami istri, tetangga, menantu, saudara atau bahkan mertua.

Mengapa ada konflik? Menurut Kang Defa, manusia itu tidak seragam dengan yang lain. Artinya setiap manusia itu punya pemahaman dan katakter yang berbeda. Dan perbedaan itulah yang dapat menyebabkan adanya konflik karena terjadi ketiksamaan atau ketidakcocokan

Bagaimana cara mengatasi konflik tersebut? Menurut Kang Defa, perlu kematangan berfikir (disikapi secara dewasa) dan harus saling memahami agar tidak sampai pada yang namanya perceraian.

Berfikir dewasa yang Kang Defa maksud adalah jika suami-istri dilanda cobaan atau konflik karena ada satu hal yang menyebabkannya, maka orangtua masing-masing pasangan itu diusahakan agar tidak tau bahwa anaknya sedang disinggahi masalah. Sebab jika mereka tau, bisa jadi orangtua masing-masing mereka aka memihak pada kebenaran anak-anaknya. Walaupun tidak semua orangtua bersikap demikian.

Keiga, tak kunjung mendapat momongan. Sulitnya pasangan yang tak kunjung mendapat momongan merupakan ujian baginya. Dan ini merupakan salah salah satu warna problematika yang harus dihadapi dengan ketabahan dan kesabaran.

Judul Buku: Tabaruk Cinta Mencari Keberkahan dalam Pernikahan

Penulis: Muhammad Hudzaifah

Penerbit: Kalimasada Group

Cetakan: I Juni 2016

Halaman: 148

ISBN: 978-602-74716-0-3

Related Posts