Keutamaan Tadarus Al-Qur’an Walaupun Terbata-bata

Penulis: Moh. Syahri
________
Editor: Syarifah Nur Sya’bana
Publisher: Azam Ibrohimy
Senin 17 juni 2019 20:09

Ilustrasi foto/intersisi News

Atorcator.Com – Kita mengenal istilah tadarus. Tadarus artinya saling belajar. Ketika tadarus Al-Qur’an maka hal yang paling penting adalah upaya untuk saling mengingatkan kesalahan dalam membaca Al-Qur’an.


Ada kisah menarik dan inspiratif dari pengalaman saya dulu ketika masih di pondok. Setiap kali Ramadan, masjid pondok saya biasa melakukan kegiatan membaca Al-Qur’an berkelompok. Di masjid itu, tidak hanya santri saja yang ikut membaca Al-Qur’an tapi juga warga sekitar sangat antusias meramaikan masjid untuk membaca Al-Qur’an bersama.


Ada seorang yang sudah cukup tua, sepuh, bahkan bisa dibilang sangat sepuh. Sebut saja namanya bapak “Abdullah” yang berumur sekitar 80 tahunan. Setiap Ramadan pak Abdullah selalu paling depan bahkan terkesan semangat membaca Al-Qur’an. Semangatnya tidak kalah dengan santri yang masih muda-muda.


Orang sepuh tersebut, belum lancar membaca Al-Qur’an, masih harus dituntun untuk bisa sampai pada lafadz-lafadz berikutnya. Luar biasanya, beliau berani, tidak malu berkumpul dengan santri-santri yang sudah lancar membaca Al-Qur’an sekalipun dirinya sudah sepuh sendiri.


Dan itu dilakukan full oleh pak Abdullah satu bulan Ramadan bahkan juga diluar Ramadan untuk tadarus bersama di masjid. Ketika diingatkan kesalahannya oleh santri yang mendampingi beliau ketika tadarus, beliau begitu khidmat mendengarkannya. Pernah suatu ketika saya ngobrol-ngobrol sama beliau di serambi masjid sembari menunggu adzan Maghrib, kemudian beliau berpesan begini “nak, jangan pernah sungkan untuk mengingatkan saya ya…”. Saya jadi malu dengan petuah bijak beliau, seharusnya saya yang bilang demikian.


Pak Abdullah adalah sosok yang ketika membaca Al-Qur’an masih terbata-bata. Bahkan saking parahnya, sampai tidak tau bacaannya apa. Karena seringnya berkumpul membaca Al-Qur’an dengan para santri pak Abdullah akhirnya semakin hari semakin lancar, bacaannya semakin bagus, makhroj dan tajwidnya semakin jelas. Alhamdulilah.


Dari kisah pengalaman ini, semakin jelas bahwa keutamaan tadarus Al-Qur’an begitu mulia dan banyak. Selain berbagi ilmu, menambah ilmu, juga bisa mendapatkan ilmu baru. Rasulullah Saw bersabda


عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ، قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Dari Utsman bin Affan berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling utama di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya”(HR. Al-Bukhari)


Nah, konsep belajar mengajar salah satunya adalah dengan tadarus. Karena di dalam tadarus ada interaksi spiritual yang cukup intens dalam belajar Al-Qur’an.


Juga, ketidaklancaran atau terbata-bata membaca Al-Qur’an janganlah jadi penghalang untuk belajar dan membaca Al-Qur’an. Ternyata, terdapat ganjaran tersendiri bagi siapapun yang berusaha, bersusah-payah membaca Al-Qur’an. Bukankah kelancaran itu tercipta dari sebuah kebiasaan?


عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ ‏



Dari ‘Aisyah, Rasulullah SAW. bersabda, ”orang yang ahli dalam Al-Qur’an akan bersama dengan para malaikat pencatat mulia lagi benar. Dan orang yang terbata-bata membaca Al-Qur’an dan dia bersusah payah (untuk mempelajarinya), maka baginya pahala dua kali.” (HR. Muslim)


Wallahu’alam


  • Moh. Syahri Founder Atorcator.com | Pernah Nyatri di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Batuan Sumenep

Related Posts