Mengenal Beberapa Murid-Murid KH Maimun Zubair yang Super Hebat

Penulis: Jamal Ma’mur Asmani

Kamis 22 Agustus 2019

ilustrasi foto: teknologi.id

Atorcator.Com – Salah satu tanda keikhlasan seseorang dalam mendidik adalah murid-muridnya tampil menjadi orang alim Dan aktif berjuang di tengah masyarakat. Keikhlasannya dalam mengajar, mendidik, mendoakan, Dan melakukan riyadloh membuka pintu hidayah Dan Taufiq Allah sehingga murid-muridnya menjadi orang bener, Pinter, Dan membawa manfaat bagi orang lain dalam skala yang luas.


KH Maimun Zubair termasuk sosok guru yang berhasil melahirkan Murid-Murid hebat ini. Hampir semua orang tahu tentang biografi KH Abdul Wahid Bandungsari, KH Zuhrul Anam Banyumas, Dan KH Bahauddin Nursalim yang tampil sebagai ilmuwan Dan tokoh Agama yang mendalam ilmunya. Ketiganya adalah murid KH Maimun Zubair.

Dalam tulisan ini, Penulis ingin menyebutkan beberapa murid KH Maimun Zubair yang lain yang tentu saja Penulis kenal lebih dekat. Antara lain:

KH Abdul Nashir Fatah Tambakberas

Gus Nashir biasa Penulis panggil adalah Putra KH Fatah Tambakberas yang merupakan Mertua KH MA Sahal Mahfudh. Setelah menyelesaikan studinya di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen Pati Dan Pondok Pesantren Maslakul Huda asuhan KH MA Sahal Mahfudh, Gus Nashir melanjutkan studi di Pondok Pesantren Sarang, berguru kepada KH Maimun Zubair.

Banyak ilmu yang diserap Gus Nashir ketika di Sarang, baik ilmu dhohir maupun ilmu akhlak-batin dari KH Maimun Zubair. Saat ini, Gus Nashir ini menjadi Rais Syuriyah PCNU Jombang Dan Pemimpin Madrasah Muallimin-Muallimat Tambakberas yang dikenal sebagai Madrasah salaf yang Ada di Jombang yang mampu melahirkan bibit-bibit ulama yang kualitasnya bagus dalam kitab Kuning.

Pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas ini pernah bercerita kepada Penulis bahwa beliau pernah mendapat ijazah thariqah hadis dari KH Maimun Zubair. Salah satu Putra Gus Nashir ini sekarang mengikuti jejak ayahnya, belajar di PP Al Anwar Sarang Rembang.

KH Khoiruzzad Jember

KH Khoiruzzad ini adalah keponakan KH MA Sahal Mahfudh Dan cucu KH Mahfudh Salam. Setelah menyelesaikan Studi di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen Pati Dan Pondok Pesantren Maslakul Huda di bawah bimbingan KH MA Sahal Mahfudh, KH Khoiruzzad meneruskan di Pondok Pesantren Sarang di bawah bimbingan KH Maimun Zubair.

Beliau pernah menjadi Rais Syuriyah PCNU Jember. Aktivitas KH Khoiruzzad sekarang adalah meneruskan kepemimpinan Pesantren dengan mengajar para santri Dan berdakwah di tengah masyarakat.

Kiai  ini sejak di Kajen adalah Aktivis yang gemar menulis. Bakat menulisnya ini sampai sekarang terus dirawat sehingga masyarakat bisa membaca catatan refleksinya di Facebook Dan sejenisnya.

KH Ali Mashar

KH Ali Mashar adalah menantu KH Badruddin Muhammadun Pondowan Pakis Pati. Beliau lama mengenyam pendidikan di PP Al Anwar Sarang selama kurang lebih 9 tahun.

Selama 9 tahun, beliau pernah menduduki jabatan prestisius di Pondok, yaitu Rais Musyawarah yang hanya diberikan kepada santri yang kedalaman ilmunya diakui Dan kemampuan mengartikulasikan argumentasi dalam forum Bahtsul Masail di atas rata-rata.
KH Ali Mashar lama menduduki posisi sebagai Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU Pati, Katib Syuriyah PCNU Pati, Dan Jajaran Wakil Rais PCNU Pati. Dalam forum Bahtsul Masail, beliau selalu menyampaikan pandangan-pandangan kritis argumentatif sebagai alternatif solusi permasalahan yang Ada.

KH Naf’an

Kiai Muda asal Demak ini mengenyam pendidikan di Qudsiyah Kudus. Setelah itu beliau meneruskan di Pondok Pesantren Al-Anwar di bawah bimbingan KH Maimun Zubair. Selama 16 tahun, beliau menyerap sari Pati ilmu KH Maimun Zubair.

Selama 16 tahun, KH Naf’an Tidak hanya belajar, tapi juga ikut mengajar para santri. Memang itulah salah satu kehebatan PP Al Anwar yang aktif melakukan kaderisasi. Santri senior mengajar santri yunior sesuai kapasitas ilmunya. Kiai Naf’an juga sempat menulis beberapa kitab selama studi di PP Al Anwar. Salah satunya tentang Ushul Fiqh.

Sampai sekarang, beliau masih mengajar di Pondok Al Anwar, tepatnya di STAI Al Anwar. Hal ini menjadi bukti konsistensi beliau dalam berkhidmah kepada almamater Dan tabarrukan kepada KH Maimun Zubair. Karirnya setelah dari PP Al Anwar adalah mengajar di Almamaternya di Qudsiyah Kudus Dan merintis Pondok Pesantren yang diberi nama Al Maimuniyah Dan diresmikan langsung oleh KH Maimun Zubair. Kiai Muda menjadi langganan juri MQK (Musabaqah Qiraatil Kutub) tingkat Nasional karena kedalaman ilmu Dan kemampuan artikulasi hujjahnya yang hebat.

Mas Amirul Ulum

Kiai Maimun Zubair Tidak hanya mampu melahirkan santri-santri yang menjadi kiai Dan tokoh masyarakat. Kiai Maimun juga mampu melahirkan santri yang berprofesi sebagai sejarawan Dan Penulis sejarah para Ulama.

Namanya Amirul Ulum. Anak muda ini menyelesaikan studinya di Madrasah Manahijul Huda Dukuhseti sambil Studi di Pondok. Kemudian Mas Amirul Ulum meneruskan studi di Pondok Al Anwar Sarang.

Selama di PP Al Anwar Sarang ini, Mas Amirul Ulum bergumul dengan kitab Kuning Dan aktif di media pers Pesantren. Bakat ini kemudian dikembangkan di Yogyakarta. Saat ini, karyanya tentang sejarah Ulama Nusantara sangat banyak Dan menjadi referensi banyak peneliti Dan peminat sejarah Ulama Nusantara.

Salah satu karyanya yang berhubungan dengan PP Al Anwar Sarang adalah Biografi KH Maimun Zubair Dan Biografi KH Zubair Dahlan. Penulis belajar banyak kepada Penulis Muda produktif ini yang Punya semangat membara dalam melacak sejarah Ulama Nusantara, baik yang berdomisili di Indonesia maupun yang bermukim di Haramain (Mekah-Medinah).

Mas Amirul Ulum Punya kedekatan khusus dengan KH Maimun Zubair Dan Punya file banyak tentang khazanah keilmuan Dan aktivitas perjuangan KH Maimun Zubair. Dalam banyak karyanya, KH Maimun Zubair selalu memberikan kata pengantar. Ketika di Sarang, Mas Amirul Ulum sering mendapatkan dawuh-dawuh khusus dari KH Maimun Zubair, khususnya yang berkaitan dengan sejarah Ulama Nusantara.

Semoga lahir dari Penulis Muda ini karya-karya berkualitas tinggi sebagai media pembelajaran Dan pencerahan bagi bangsa ini, Amiin.

Mekah, Selasa, 19 Dzulhijjah 1440 – 20 Agustus 2019 Pukul 12.31 WAS

  • Jamal Ma’mur Asmani Wakil Ketua PCNU Pati, Direktur Lembaga Studi Kitab Kuning (LESKA) Pati, Dosen IPMAFA

Related Posts