Gus Baha’: Pilpres Tidak Ada Hubungannya dengan Nasib Agama Islam

islami.co

Penulis: Subhan Ansori

Atorcator.Com Gus Baha’ sekalipun sering guyon, beliau juga sangat sering serius.
Tapi setiap kali habis ngendikan serius, beliau lalu bercanda lagi. “Saya ini,
guyon saja ada sanadnya…” ujarnya suatu saat sambil terkekeh, dan disambut
gemuruh tawa para santrinya. 
Suatu saat, beliau berkata dengan
serius. “Untuk kali ini, saya serius. Karena sudah berhubungan dengan tauhid.
Ini penting saya paparkan di sini. Urusan tauhid itu dijaga betul. Jangan
sembrono.

“Saya sering mendengar ada orang
bilang, ‘Saya jangan mati dulu, kalau saya mati, bagaimana dengan nasib istri
dan anak saya’. Lho itu pernyataan apa? Kalau kamu mati ya mati saja. Sudah
kehendak 
Allah. Diantar beberapa orang ke kuburan, setelah dikubur lalu
dilupakan orang.

“Nasib istri dan anakmu ya itu biar
diurus Allah. Kan di kehidupan sehari-hari banyak kita temui, perempuan yang
dulu miskin, sengsara, begitu ditinggal mati suaminya lalu menikah lagi dengan
laki-laki lain hidupnya tambah baik, tambah kaya, tambah bahagia. Anaknya juga
begitu, punya bapak baru yang lebih sayang, lebih terhormat, dan lebih kaya. 
“Gak usah drama dan lebay. Biasa
saja. Kalau kamu mati ya mati saja. Kok seakan-akan kematianmu menyebabkan
nasib orang lain makin buruk. Ada-ada saja.

“Demikian juga dengan Pilpres. Kalau
kamu mau nyoblos ya nyoblos saja. Gak usah sok-sokan bilang kalau Capres A
terpilih lalu kamu akan sejahtera. Rakyat sejahtera. Mana ada rakyat atau orang
sejahtera gara-gara presiden.

Apalagi sampai bilang, kalau tidak
Si A yang jadi Presiden bagaimana nasib agama Islam? Itu pernyataan yang
sembrono. Ngawur itu. Islam itu pernah ditinggal meninggal dunia Kanjeng Nabi,
para sahabat, orang-orang saleh, dan Islam makin baik karena sudah kehendak
Allah. Makin banyak penganutnya. Itu sudah ketetapan Allah. Tidak ada urusannya
sama capres pilihanmu. 
“Milih ya milih saja. Sewajarnya.
Gak usah lebay. Biasa saja. Jadi orang itu yang biasa saja.”

Itu mungkin sedikit pemahaman yang
dapat diambil penulis dari apa yang pernah beliau Gus Baha’ sampaikan. Mohon
koreksinya. Syukron.

#Muhibbin Gus
Baha’.

Sumber: Status Facebook Subhan Ansori

Related Posts