Ada Banyak Fitnah, Tetap Berpegang Teguh Pada Nahdlatul Ulama - Atorcator
Latest Update
Fetching data...

Minggu, Mei 26, 2024

Ada Banyak Fitnah, Tetap Berpegang Teguh Pada Nahdlatul Ulama


Penulis: Chalili

Islam adalah agama paling banyak pengikutnya khususnya di Indonesia dengan populasi terbanyak sedunia. Dan ini bukanlah hal yang baru kita dengar. 

Secara bahasa islam itu damai atau selamat. Dalam artian agama islam adalah agama yang damai dan mengajarkan perdamaian, tegas, tidak keras juga tidak lembek

Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan salah satu tujuaanya adalah untuk membentengi aqidah umat islam agar tidak menyimpang dari ajaran islam yang sebenarnya. Tentu saja mengajarkan perdamaian dan persatuan. Dan diakui atau tidak, Nahdlatul Ulama seringkali menjadi pelopor perdamaian dunia.

Meski demikian, organisasi sosial keagamaan ini juga berpihak pada masyarakat akar rumput. Bahkan basisinya lebih banyak di masyarakat akar rumput.

Oleh sebabnya begitu penting keberadaan NU ditengah-tengah masyarakat untuk merespon setiap fenomena-fenomena yang terus berlangsung baik itu fenomena umat Islam di Indonesia maupun dunia Islam secara umum. 

Dalam hal ini sesuai dengan apa yang dikutip oleh muassis NU sendiri yaitu KH Hasyim Asy'ari dalam kitabnya Risalah Ahlis-Sunnah wal Jama'ah yang berupa hadis Nabi Muhammad Saw : 

اذا ظهرت الفتن اوالبدع وسب اصحابى فليظهر العالم علمه فمن لم يفعل ذالك فعليه لعنة الله والملاءكة والناس اجمعين. 

"Jika Fitnah-fitnah atau bid'ah-bid'ah telah tampak dan sahabat-sahabatku dicaci-maki, maka hendaknya orang berilmu menampilkan ilmunya. Maka barangsiapa tidak berbuat begitu, maka baginya laknat Allah, malaikat, dan semua orang".

Nampaknya dari kutipan hadis diatas, salah satu tujuan didirikannya NU adalah untuk memberantas bid'ah-bid'ah dan aliran-aliran baru yang pada saat itu mulai masuk ke wilayah Nusantara yang sampai sekarang masih terus eksis di sebagian pelosok-pelosok nusantara. 

Benar bahwa apa yang disabdakan Nabi Muhammad Saw diatas kurang lebih seribu empat ratus tahun silam sudah terbukti sekarang,fitnah bertebaran dimana-mana, kebenaran dan keburukan menjadi campur aduk dan menjadikan masyarakat awam semakin dikaburkan.

Dalam Hadis lain Nabi juga memprediksi terkait perkembangan umat kedepannya, yaitu :

خير القرون قرنى ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم 

"Umat terbaik adalah umat yang hidup dimasaku kemudian umat setelahku dan kemudian umat setelahku" 

Keberadaan umat pada masa Nabi sangatlah jauh berbeda dengan keberadaan umat pada masa setelahnya lebih-lebih umat yang hidup di zaman akhir seperti sekarang ini. Sebab para sahabat Nabi menyaksikan turunnya Al-Quran dan mendengarkan hadis langsung dari Nabi Muhammad Saw sedangkan umat setelahnya melalui periwayatan-periwayatan yang diakui keabsahannya,dan umat setelahnya hanya tinggal mengkonsumsi apa yang sudah dirumuskan oleh para ulama. 

Nabi Muhammad Saw jauh-jauh hari sebelumnya juga bersabda :

عليكم بسنتي وسنة خلفاءالراشدين من بعدي

"Berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah-sunnah penggantiku yang mendapatkan petunjuk yang hidup setelahku".

Dalam hal ini sunnah berarti tradisi, baik ucapan maupun tindakan Nabi dan para sahabatnya yang hidup setelahnya yang kemudian dilanjutkan oleh para ulama shalih. Sebab ulama adalah pewaris Nabi. 

Maka, sudah saatnya sekarang umat kembali menjaga marwah para ulama beserta tradisinya yang terus mengalir dari pendahulunya yang sampai pada Nabi Muhammad Saw, mencintai dzurriyah-dzurriyah Nabi tanpa pandang bulu, dan tidak terpengaruh pada berita-berita yang mencoba mengadu domba sesama ulamak apalagi kepada Dzurriyah Nabi, sebab NU tidak mengajarkan hal-hal yang yang menyebabkan perpecahan antar umat.