KH Su’udi Romli Wafat, Administrator Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM)

Penulis: Jamal Ma’mur Asmani
Kamis 27 Juni 2019 08:00

Ilustrasi foto/KH Su’udi Romli/kiai Jamal. 



Atorcator.Com – Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen Margoyoso Pati kehilangan Salah satu Putra terbaiknya. KH  Su’udi Romli wafat, dipanggil ke rahmatillah, Kamis, 23 Syawal 1440 H. – 27 Juni 2019.


Kami santri beliau di PIM bersaksi beliau adalah orang baik, Selalu menebarkan kebaikan, Dan berjuang menegakkannya sepanjang hayat. 


Selama menjadi santri beliau dari dulu sampai sekarang, khususnya saat di PIM tahun 1995-1997, banyak kenangan bersama beliau.


Pertama, beliau sosok yang akrab Dan dekat dengan santri-santrinya. Meskipun karakter utama yang dibangun di PIM adalah tawadlu’ (rendah hati), namun beliau tetap bisa mencairkan suasana Dan menjadikan relasi guru-murid akrab. Kami hormat namun akrab.


Beliau memosisikan diri sebagai Bapak yang mengayomi anak-anaknya. Beliau menanyakan kabar sampai detail. Anaknya sudah berapa, sudah sekolah Apa belum, Dan lain-lain. Santri atau murid beliau merasa diperhatikan. 


Hal ini didukung istri beliau yang karakternya hampir sama. Yakni mengakrabkan, humoris, Dan penuh kekeluargaan.  


Kedua, beliau sosok motivator bagi santri-santrinya. Setiap kali sowan Lebaran Idul Fithri, beliau selalu Tanya apakah studinya sudah selesai. Beliau mendorong santri-muridnya menjadi contoh yang baik. Jika santrinya menjadi dosen atau guru, maka harus bisa menjadi teladan yang baik, termasuk dalam strata pendidikan. Jika Dosen atau guru menjadi teladan yang baik, maka Anak didiknya akan terinspirasi mengikuti jejak yang baik.


Ketiga, beliau senang santri-muridnya menjadi orang yang sukses sesuai  profesinya. Beliau sering menyontohkan a, b, Dan c yang sukses menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Beliau ingin santri-muridnya menjadi orang yang amanah Dan bermanfaat bagi orang lain seluas-luasnya. 


Keempat, beliau sosok guru yang berwawasan luas Dan berpandangan jauh ke depan (visioner). Ketika mengajar mapel administrasi, beliau menjelaskan secara teori Dan praktek. Siswa PIM dalam Pandangan beliau, tidak hanya piwai Tafaqquh Fiddin (mendalami ilmu Agama), tapi juga Harus menjadi sosok organisator ulung yang memahami dan menguasai administrasi dengan baik Dan benar. Semua ini menjadi skills yang dibutuhkan di tengah masyarakat sebagai indikator shalih-akram.


Sebagai Kepala Tata Usaha PIM dalam waktu yang lama, beliau adalah sosok administrator PIM yang andal yang selalu dikenang jasanya dalam menata administrasi PIM yang professional Dan akuntabel.


Kelima, beliau menerapkan spirit thalabul Ilmi sepanjang hayat. Beliau di samping mengajar materi administrasi di PIM zaman  dulu, juga mengajar kitab kuning di Pesantren. Ini menunjukkan spirit besar dalam thalabul Ilmi yang menjadi teladan santri-muridnya sebagaimana teladan guru PIM yang lain.


Bahkan, beberapa tahun terakhir ini, sudah ada beberapa santri mukim yang mengaji kepada beliau, menyerap ilmu Agama Dan Umum sekaligus Dan lebih-lebih meneladani Laku hidupnya yang penuh Keteladanan.


Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu melimpahkan ampunan, kasih sayang, ridla, Dan anugerahNya kepada beliau. Amin.


اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه واجعل الجنة مثواه اللهم اجعل قبره روضة من رياض الجنة ولا تجعل قبره حفرة من حفر النيران اللهم اعذه من عذاب القبر وفتنته ومن عذاب النار اللهم اسكنه جنة النعيم 
امين يا رب العالمين الفاتحة ي

  • Jamal Ma’mur Asmani Direktur Lembaga Studi Kitab Kuning (LESKA) Pati Jawa Tengah

Related Posts