Dalil Pahala Kebaikan Orang Hidup yang Dihadiahkan Kepada Orang yang Sudah Meninggal

Penulis: Ust. Dr. Miftah el-Banjary
Jumat 23 Agustus 2019

Atorcator.Com – Pertanyaan yang sering ditanyakan, “Ustadz, apakah do’a dan amal kebaikan yang kita niatkan dan hadiahkan pada orang yang sudah meninggal pahalanya sampai pada mayyit tersebut?”


Jawab:


Insya Allah, amal kebaikan tersebut disampaikan oleh Allah berdasarkan beberapa dalil berikut ini.


• Dalil al-Qur’an:
Surah al-Hasyr ayat 10:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ 

Pada redaksi ayat ini, Allah mengajarkan sesama muslim untuk saling mendo’akan buat saudara mereka yang telah mendahului mereka. Dengan kata lain, bahwa mengirimkan doa dan termasuk membacakan al-Qur’an, yang pahalanya disampaikan pada orang yang sudah meninggal, Insya Allah sampai.


• Dalil Hadits-Hadits Nabi:


Paling tidak, ada tiga redaksi hadits yang serupa yang menunjukkan bahwa amal kebaikan orang yang masih hidup sampai pada mayyit bila diniatkan atau dihadiahkan ikhlas mengharap ridha Allah.


Adapun beberapa hadits shahih yang menyatakan tentang kebolehannya, diantaranya:


1. Hadits yang berdasarkan periwayatan Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam an-Nasa’i

 عن عائشةَ رَضِيَ اللهُ عنها: أنَّ رجلًا قال للنبيِّ صلَّى الله عليه وسلَّم: إنَّ أمِّي افتُلتَتْ  (1) نفسُها، وأظنُّها لو تكلَّمَتْ تصدَّقَتْ؛ فهل لها أجرٌ إن تصدَّقتُ عنها؟ قال: نعمْ 

Dari Aisyah radhiyallah anha: “Seseorang mendatangi Rasulullah dan berkata: Ibuku meninggal mendadak, dan kuat dugaanku sekiranya beliau sempat berwasiat, ia ingin bersedekah, apakah ibuku mendapatkan pahala jika aku bersedekah untuknya. Nabi Saw menjawab: Ya!”


2. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim


عن أبي هُرَيرَة رَضِيَ اللهُ عنه: أنَّ رجلًا قال للنبي صلَّى الله عليه وسلَّم: إنَّ أبي مات، وترك مالًا، ولم يُوصِ؛ فهل يكفِّرُ عنه إن تصدَّقْتُ عنه؟ فقال: نعمْ



Dari Abu Hurairah ra: “Seseorang mengatakan sesungguhnya ayahku telah wafat dan meninggalkan harta warisan, namun dia belum sempat meninggalkan wasiat, apakah ayahku mendapatkan pahala, jika aku bersedekah untuknya. Nabi Saw menjawab: “Iya!”


3. Hadits yang diriwayatkan Bukhari, Turmudzi, dan Nasa’i:


 عن عبدِ اللهِ بنِ عبَّاس رضي الله عنهما: أنَّ سعدَ بنَ عُبادة تُوفِّيتْ أمُّه وهو غائبٌ عنها، فأتى النبيَّ فقال: يا رسولَ اللهِ، إنَّ أمِّي تُوفِّيَتْ وأنا غائِبٌ عنها؛ فهل ينفَعُها إن تصدَّقتُ عنها؟ قال: نعم، قال: فإنِّي أُشهِدُك أنَّ حائِطي المِخْرافَ صدقةٌ عنها



Dari Abdullah bin Abbas ra: “Bahwasanya ibunya Sa’ad bin Ubadah wafat sedang dia tidak sempat menemuinya. Kemudian dia menemui Rasulullah Saw, dan bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah ibuku berpahala jika aku bersedekah atas namanya. Nabi Saw menjawab: Iya. Maka Sa’ad bin Ubadah berkata: Saksikanlah wahai Rasulullah, kebun kurma ku yang sedang berbuah aku sedekahkan untuknya..”


4. Hadits Riwayat Abu Daud dari Utsman bin Affan


قَالَ: كانَ النَّبيُّ ﷺ إِذَا فرَغَ مِن دَفْنِ المَيِّتِ وقَفَ علَيهِ وقال: استَغْفِرُوا لأَخِيكُم، وسَلُوا لَهُ التَّثبيتَ، فإنَّهُ الآنَ يُسأَلُ رواه أَبُو داود

“Nabi Saw apabila telah selesai menguburkan mayit, beliau berdiri dan bersabda: “Mintakanlah ampunan terhadap saudaramu dan mohonkanlah baginya kemantapan, karena sesungguhnya dia sedang menghadapi pertanyaan.”


5. Pandangan Imam Mazhab:


Imam Syafie:


“Disunahkan membacakan al-Qur’an (di sisi mayyit atau kuburan), dan jika dia mampu mengkhatamkan al-Qur’an itu lebih baik lagi.

قَالَ الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللَّه: ويُسْتَحَبُّ أَنْ يُقْرَأَ عِنْدَهُ شيءٌ مِنَ القُرآنِ، وَإن خَتَمُوا القُرآنَ عِنْدهُ كانَ حَسنًا

Ijma Ulama:


Ijma’ para ulama semisal: Ibn Abd al-Birr, Imam Nawawi, Ibn Taymiyyah, Ibnu Qayyim menyepakati tentang hukum kebolehan menghadiahkan bacaan al-Qur’an dan sedekah terhadap orang yang sudah meninggal dunia.

نقل الإجماعَ على جوازِ الصَّدَقةِ عَنِ الميِّت، ووصولِ ثَوابِها إليه  (6) : ابنُ عَبدِ البَرِّ  (7) ، والنوويُّ  (8) ، وابنُ تيميَّة  (9) ، وابنُ القيِّم  (10) 

Dari sekian banyak dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa mendoakan, membacakan al-Qur’an, mentalqinkan, mengadakan haul dan sedekah untuk orang yang sudah meninggal diperbolehkan berdasarkan apa yang juga disunahkan oleh Rasulullah.


  • Ust. Dr. Miftah el-Banjary Penulis National Bestseller | Dosen | Pakar Linguistik Arab & Sejarah Peradaban Islam | Lulusan Institute of Arab Studies Cairo Mesir.

Related Posts