Ingin Menikahi Wanita Lombok? Jual Sawah Dapat Sawah - Atorcator
Latest Update
Fetching data...

Jumat, Agustus 02, 2019

Ingin Menikahi Wanita Lombok? Jual Sawah Dapat Sawah

Penulis: M. Hasani Mubarok
Jumat 2 Agustus 2019
Ilustrasi foto: Penulis bersama sesepuh adat NTB 
Atorcator.Com - Sekilas kalau ingin menikahi wanita Lombok. Adat Lombok sangat kental dengan prosesi pernikahan yang masih menerapkan tentang kasta sebuah keturunan. Yang paling tinggi dari kasta laki-laki lombok adalah Raden, Gede, dibawahnya ada Lalu, bawahnya lagi ya rakyat biasa. Kalau dari pihak kasta keturunan wanita yakni Dinde, Lale atau Baiq dan Wanita biasa. Dan kebetulan yang pernah saya ikuti langsung adalah kasta Lalu yang ingin menikahi Baiq, biasanya kalau ingin tahu tentang kasta seseorang di Lombok bisa dilihat dari namanya.

Contoh, saya punya teman ada namanya Aksar Lalu, dan juga saya punya teman perempuan yakni namanya Baiq weni. Adat lombok ketika ingin menikahi wanita ada adat yang beda dari daerah lain, dan menurut saya sangat unik. yakni si wanita harus diculik terlebih dahulu, dasar penculikan itu tidak boleh asal- asalan harus berdasarkan suka sama suka, tidak boleh melihat wanita cantik dijalan terus diculik, itu namanya pelecehan.

Wanita yang sudah diculik wajib dinikahi dengan terlebih dahulu mengabarkan ke orang tua wanita yang diculik. Kalau di zaman digital ini bisa lewat via telpon atau WA. Tatakramanya,  kalau seandainya malam dan si wanita tidak pulang ke rumahnya, dan di dalam percakapan dengan si orang tua wanita gak bisa asal- asalan seperti "Anak anda saya culik dan saya minta tebusan nikah denganya" hahaha.. (Sandra namanya itu), harus ada tatakramanya seperti istilah melamar kalau di Jawa " Buk, Pak Insyaallah yugo panjenengan panas mboten kepanasen, adem nge mboten kademen lan Insyaallah mboten sampek keluwen lan saget nuntun dunyo lan akherat ( bahasa jawanya)". Disisi lain juga tetap harus memegang teguh syariat, yang mana ketika menculik pun harus dibawa ke rumah orang tua laki- laki, yang mana orang tua laki- laki yang mengawasi langsung ketika nginap dirumahnya dan masih harus pisah ranjang.

Disamping itu adalagi yakni yang namanya "uang panah" (Uang tebusan untuk meminang si Gadis) untuk diserahkan ke orang tua si gadis, tergantung permintaanya dari pihak sana, kalau kasta Lalu biasanya minimal 50 jt, mahal bukan? tapi tenang, masih bisa tawar menawar kok kayak beli ayam saja, hahaha. Tapi memang benar bisa dinegosiasi biar tidak memberatkan pihak yang laki- laki juga, kasian kan kalau tidak punya uang sebanyak itu harus hutang sana sini.

Menurut pandangan saya sangat bagus ada adat wanita dihargai sebesar itu, tidak hanya bekal gombalan saja seperti "Aku Cinta dan Sayang kamu karena kamu satu-satunya wanita yang ada dalam hatiku, aku tidak bisa hidup tanpa kamu, dan hanya kamu satu- satunya wanita yang aku dambakan mendampingi aku" pret, pret.. _Gombal Lomoh_ :v, perlu kalian ketahui wanita adalah perhiasaan dunia sebagaimana ada sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Muslim yang berbunyi :


اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ. 

"Dunia adalah perhiasan, dan sebagus bagus perhiasan adalah wanita shalihah"

Nah, dari makna perhiasan di atas tentunya kalau kita pahami secara kontekstual perhiasan adalah hal yang sangat dimuliakan dan pastinya perhiasaan itu tidak ada yang murah, sama juga dengan wanita, yakni mahal harganya, mahal kasih sayangnya, mahal belaianya, mahal dekapan kasihnya, mahal ciumannya, dan teruskan sendiri lah takutnya khilaf kalau keterusan nantinya si penulis ini.

Lanjut belum usai dari itu saja bro, yakni juga ada mas kawin juga. Mas kawin besar kecilnya juga tergantung pendidikan wanita itu, semakin tinggi pendidikan wanita disini semakin besar juga kita harus mengeluarkan mas kawin itu, sebanding dengan pendidikanya. Kalau lulusan S1 kira- kira ya emas 50 gram lah, dihitung saja kalau emas per gramnya paling murahnya 300k maka dikalikan saja, siap2 gigit jari yang sekarang masih penggangguran mau nikahin gadis Lombok. 

Dari sini juga saya sangat . Logikanya, wanita yang berpendidikan itu mahal harganya, karena belajar itu membutuhkan modal yang besar apalagi wanita yang notabene kuliah, tahu sendiri lah berapa buku yang wajib dibeli, belum nge- print tugas- tugasnya dan jangan lupa ketika harus memeras pikiran mengorbankan waktunya untuk mengerjakan tugasnya, itu sangat Mahal Cuyy.. dan masih murah kalau dibandingkan dengan emas 50 gram.

Tidak berhenti disitu saja, jangan dilupakan untuk pestanya atau resepsinya, kita minimal menyiapkan uang 100 jt lah karena pestanya 2 hari 2 malam, itu mencangkup pesta "walimatul 'ursi" dan (Nyongkolan) yakni "kita harus datang kerumah mempelai wanita dengan menggunakan busana adat dan membawa oleh-oleh ke rumah mempelai wanita dengan menggunakan semacam arak-arakan ketika karnaval, disini lah letak kekayaan adat nusantara Lombok yang sangat keren menurut saya, dan wajib juga nyewa alat musik adat yang namanya itu "gendang belek" khas Lombok atau kalau dijawa semacam "Drumband" untuk menggiringinya.

Perlu di garis bawahi juga bahwa yang saya paparkan di atas adalah yang masih memegang teguh adat murni khas Lombok, tapi semakin berkembangnya zaman dan orang-orang lombok mulai males dengan adatnya sendiri yang katanya alay lah, apa lah. Alasan itu bagi  orang-orang berpandangan dasarnya memang tidak mau ribet maka kultur budanyanya banyak yang mulai luntur dan tidak menerapkan adatnya yang sudah mendarah daging. Maka banyak di kota-kota besar Lombok yang mulai luntur budaya tersebut. 

Jadi begini, biar tetap ada hubunganya dengan judul diatas biar kalian yang baca tidak penasaran dan tetap masih ada hubunganya, maka yang pernah saya ngobrol dengan sesepuh adat  yaitu Mamiq Datuk Dirajab (Mamiq kalau dijawa itu semacam panggilan kehormatan semacam Kyai kalau dijawa) tutur beliau dengan nada guyonanya yakni, kalau nikah disini "Jual sawah dapat sawah mas" hahaha...  disambut ketawanya. Benar juga menurut saya, kalau tidak punya sawah ya menabunglah dari sekarang kalau ingin menikahi gadis Lombok. Semoga bermanfaat.

Pengalaman berlibur ke Nusa Tenggara Barat

Wallahua a'lam...


  • M. Hasani Mubarok Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'had Aly Al-Hikam Malang