Agum Gumelar soal Wiranto Ditusuk: Kuncinya di Intelijen


Atorcator.Com
Anggota Dewan
Pertimbangan Presiden (wantimpres) Agum Gumelar menilai
kasus penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto bisa jadi
catatan memperkuat sistem intelijen negara. Namun Agum menolak menyebut bahwa
Badan Intelijen Negara (BIN) kecolongan dalam mencegah terjadinya insiden
penyerangan di Pandeglang pada Kamis (10/10) kemarin.

“Oh bukan, bukan begitu [kecolongan]. Menghadapi ancaman seperti ini
kuncinya intelijen,” kata Agum ditemui usai menjenguk Wiranto di RSPAD
Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (11/10).

Agum seolah memaklumi bahwa penyerangan bisa menargetkan siapa saja dan kapan
saja. Purnawirawan Jenderal TNI ini setuju jika pengamanan pejabat harus
diperketat.


“Nah menghadapi ancaman seperti ini, kuncinya adalah bagaimana kita
memberdayakan intelijen kita,” jelas dia.

Ia
menambahkan, informasi dari intelijen lantas bisa digunakan untuk menentukan
tindakan selanjutnya, baik dari segi pengamanan maupun pencegahan.

“Di sini peringatannya ke kita semua,” sambung dia.

Menurut Agum, apa yang menimpa Wiranto memang sulit diprediksi dan ia anggap
sebagai bagian dari teror yang sistematis. Menurutnya penting bagi kepolisian
untuk mengungkap kasus penyerangan ini secara tuntas.

“Kita serahkan ke polisi untuk bisa mengungkapkan jaringannya ke mana,
motivasinya apa. Biarkan polisi yang bekerja,” kata Agum lagi.

Setelah sekitar 20 menit menjenguk Wiranto, Agum mengungkapkan kondisi rekannya
itu berangsur membaik. Wiranto, menurut dia, perlahan sudah bisa berkomunikasi
meskipun dengan suara lirih.

“Tapi bicaranya pelan, minta doa restu. Luka kan sudah tahu semua, di
perut, dan kemarin operasinya 3 jam lebih, operasi yang sangat besar ya. Dan
tadi kondisinya sudah lebih membaik,” tutur Agum.

Diberitakan sebelumnya, Wiranto diserang orang tak dikenal dengan menggunakan
senjata tajam di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Ia terluka di bagian perut
sebelah kiri bawah. [CNN]

Related Posts