Kisah Sunan Bonang, Alat Musik Tradisional Bikin Orang Masuk Islam

Penulis: Nur Romdlon
Ahad 13 Oktober 2019
ilustrasi ; islami.co


Atorcator.Com – Sunan Bonang memiliki nama asli Raden
Makhdum Ibrahim atau Maulana Makhdum Ibrahim. Nama tersebut diambil dari bahasa
Hindi yang bermakna cendekiawan Islam yang dihormati karena kedudukannya dalam
Islam. Sunan Bonang juga mendapat sebutan wadat Anyakra Wati karena tidak
menikah.
Mengenai nama Bonang, ada sejarah panjang yang tersemat pada
nama tersebut. Selain mengganti nama-nama atau istilah Hindu dengan nama-nama
Islami, Sunan Bonang juga memanfaatkan alat musik tradisional yang bernama
bonang untuk syiar Islam.
Dikutip dari buku Jejak Para Wali dan Ziarah Spiritual
terbitan Kompas, kesenian rakyat yang bernama bonang dimainkan untuk menarik
simpati masyarakat yang sebagian besar masih memeluk agama Hindu saat itu.
Sunan Bonang juga menembangkan lagu-lagu Jawa dengan iringan bonang tersebut.
Bila dipukul dengan kayu lunak, bonang akan menghasilkan
suara yang merdu. Apalagi jika yang memainkan Sunan Bonang langsung, gaung
bonang sangat menyentuh hati masyarakat sekitar.
Sunan Bonang memainkan musik tradisional tersebut di masjid
yang ia bangun. Kerena tertarik melihat secara langsung pertunjukan bonang,
maka orang-orang pun berbondong-bondong ke masjid yang menjadi sumber suara.
Nah, saat itulah Sunan Bonang memberikan syarat. Syaratnya adalah mereka yang
ingin masik masjid harus membasuh kaki di kolam yang ada di depan masjid
kemudian mengucapkan dua kalimah syahadat terlebih dahulu.

Biasanya Sunan Bonang akan menerangkan makna tembangnya
kepada masyarakat yang hadir. Lewat cara dakwah seperti itu, masyarakat yang
mengikuti Sunan Bonang dan memeluk Islam semakin banyak. Karena cara dakwah
yang menggunakan bonang, maka Makhdum Ibrahim akhirnya lebih dikenal dengan
Sunan Bonang.[Brilio]

Related Posts