Mengenal Pengarang Taisuru Al-Kholaq, Kitab Kecil Peneguh Akhlak

Penulis: Abdul Adzim
Kamis 3 Oktober 2019
Atorcator.Com – Al-Mas’udi dan Abu al-Hasan Ali ibn al-Husayn ibn Ali al-Mas’ud
adalah ahli sejarah dan ahli geografi yang lahir di Baghdad, Iraq menjelang
akhir abad ke-9 M. Menurut buku ber­judul Al-Mas’udi and His World, al-Mas’udi
dilahirkan pada tahun 283 H atau 895 M di kota Baghdad. Dia berketurunan Arab
yaitu keturunan Abdullah bin Mas’ud seorang sahabat Nabi Muhammad (saw).
Al- Mas’udi adalah seorang ahli
sejarah, geografi, geologi, zoologi, ensiklopedi dalam bidang sains Islam,
sekaligus pengembara. Banyak negari yang telah dia kunjungi dan puluhan karya
yang telah dihasilkan. Al mas’Udi disebut sebagai Pilinius dari sastra Arab,
karena pengetahuan geografinya. Dalam bukunya Muruj az-Zahab wa Ma’adin
al-jawahir, ia menjelaskan bagaimana terjadinya gempa bumi. Ia juga berkisah
tentang laut mati; dan tentang kincir angin pertama, yang menurutnya mungkin
sekali merupakan penemuan orang Islam. Ia juga merumuskan teori yang dapat
dikatakan sebagai dasar awal dari teori evolus
MENGEMBARA MENCARI ILMU
Setelah menyelesaikan pendidikan
pertama yang diterima dari ayahnya, al-Mas’udi segera merencanakan untuk
mendalami sejarah, adat istiadat, kebiasaan, dan cara hidup setiap negeri. Ia
juga banyak mempelajari ajaran kristen dan yahudi, serta sejarah barat dan
Timur yang berlatar belakang Kristen dan Yahudi.
Pengembaraan Intelektualnya dimulai
dengan mengunjungi negeri Iran dan Kirman (915). Ia juga bermukim di Ushtukhar,
Persia dan dari sana pergi ke India, mengunjungi Multan dan al-Manshura.
Bersama para pedagang, ia melanjutkan pengembaraannya ke Ceylon (Srilanka) dan
ia ikut mengarungi laut Cina. Dalam perjalanan pulang ia mengelilingi Samudra
Hindia dan kemudian mengunjungi Oman, Zanzibar, Pesisir afrika Timur, Sudan,
dan Madagaskar.
Pada tahun 926 M ia kembali
mengadakan perjalanan ke beberapa negeri seperti Tiberias, (Suriah) dan
Palestina, serta tahun 943 M ke antioch (Suriah). Ia juga mengelilingi
neger-negeri Irak dan Arab Selatan. Sepuluh tahun terakhir hidupnya dilalui di
Suriah dan dan kemudian di Mesir, tempat ia meninggal duni
MELAKUKAN PELAYARAN KELILING DUNIA
Di Persia, dia tinggal selama lebih
kurang setahun di Istakhar yaitu pada tahun 305H/915 M. Dan Baghdad dia pergi
ke India (916 M) dan mengunjungi kota Multan dan kota al-Mansurah (Mansura).
Kemudian dia kembali ke Persia setelah mengunjungi Kusman. Mansura pada zaman
al-Mas’udi adalah kota yang paling maju di India Barat dan menjadi ibu kota
negeri bagian Sind dalam karyanya Muruj alDhahab wa Ma’adin al-Jawahir, dia
menceritakan bahwa kota tersebut terletak di tepi Sungai Indus (dekat Hyderabad
Slang) .
Nama kota itu diambil nama Mansur
bin Jumhur (gubernur pemerintahan Bani Umayyah di Sind). Ia dihuni oleh
sejumlah penduduk golongan sayid (pemimpin kabilah). Sebelum pertapakan Islam,
beberapa wilayah di sekitar lembah Sungai Indus dikuasai oleh raja-raja Hindu.
Namun, setelah terjadi dakwah oleh da’i-da’i Islam, raja-raja Hindu tersebut
telah terpengaruh dengan ajaran Islam dan menganggap orang Islam sebagai
lambang perdamaian dan kehidupan yang baik.
Di India al-Mas’udi juga melakukan
penelitian tentang flora dan fauna. Penelitian dilakukan di tepi laut dekat
dengan Bombay. Antara bahan-bahan penelitian Al Masudi adalah gajah, burung
merak, burung kakatua, jeruk, kelapa dan lain-lain. Kemudian al-Mas’udi
bersama-sama dengan penjelajah lainnya melanjutkan pelayaran melalui Bombay,
Deccan dan Sri Lanka serta berlayar ke Asia Tenggara, Indocina dan negeri Cina.
Dalam perjalanan pulang dia singgah di Madagaskar, Zanzibar, Oman dan sampai di
Basrah. Di Basrah ia menetap untuk beberapa waktu dan menulis karya besarnya
yang berjudul Muruj al-Dhahab.
Buku mi menceritakan tentang
pengalaman pribadi dia di berbagai negara. Dalam buku ini dia menyebutkan
beberapa tempat di Asia Tenggara, termasuk di antaranya Semenanjung Malaya,
Sumatera, dan Jawa. Dalam tulisannya ia menyebutkan kekayaan dan kejayaan
kerajaan Sribuza yang tak lain adalah Sriwijaya. Digambarkan Sriwijaya adalah
sebuah kerajaan besar yang kaya raya, dengan tentara yang sangat banyak. Disebutkan
kapal yang tercepat dalam waktu dua tahun pun tidak cukup untuk mengelilingi
seluruh pulau wilayahnya. Ada kemungkinan ia sampai ke kawasan ini selama dalam
pelayarannya ke China.
Buku ini telah diterbitkan di Paris
(1861-1877 M) dan Kairo (1303 H) sebanyak 9 jilid. Ia merupakan karya
al-Mas’udi yang terbesar telah ditemukan dan ada sampai ke hari ini. Ia bisa
dianggap sebuah ensiklopedia karena pembicaraan dimulai dari kejadian manusia
hingga ke zamannya. Al Masudi juga mengunjungi Pantai Laut Kaspia dan berkelana
menyusuri Asia Tengah dan Turkistan. Dia juga mengunjungi Tiberias, dan sini ia
memperoleh kesan relief-relief gereja Kristen.
Kemudian dia pergi ke Gujarat (303
H) dan menemukan Chamur, pelabuhan Gujarat dengan penghuni 10 ribu orang Arab dan
sisanya keturunan mereka. Di sini ia mendapat keterangan-keterangan dari orang
Yahudi, Persia, India dan uskup-uskup Kristen. Setelah meninggalkan Basrah dan
Suriah dia kembali ke Fustat (Khairo Kuno). Di sini ia menyusun karya dia yang
kedua berjudul Qoran al-Zaman (cerita-cerita sejarah) yang terdiri dari 30
jilid. Dua puluh jilid antaranya ada tersimpan di perpustakaan Aya Sofia
(Istanbul), tetapi sejauh ini hanya satu jilid saja ditemukan di Aleppo dan
dibawa ke Wina. Namun, isi kitab ini, yang banyak menyentuh sejarah dan
geografis dunia, telah digariskan dalam kitab Muruj al-Dhahab. Dalam buku ini
dia menggabungkan ilmu geografis dengan sejarah dan menceritakan kehidupan
masyarakat di negara-negara yang pernah dilawatinya.

Setelah bepergian begitu lama ke
Timur dia meluangkan waktu menetap di Basrah tempat ia mencatat pengalamannya
dalam Muruj alDhahab wa Ma’adin al-Jawahir. Buku ini selesai ditulis pada tahun
947 M dan pada tahun 956 M diselesaikan pula edisi keduanya yang mengandung 9
jilid yang terjemahannya diterbitkan di Paris (1861-1877 M).
Dari Basrah dia kemudian pindah ke
Fustat tempat dia menulis kitab Koran al-Zaman yang lebih terkenal sebagai
Annal (catatan sejarah) yang terdiri dari 30 jilid mengenai sejarah umum. Karya
ini selesai pada tahun 956M. Karya dia yang terakhir ditulis pada tahun
kematiannya (956 M di Fustat) adalah Kitab al-Tanbih wa al-Ishraf. Dalam kitab
ini dia membuat penambahan dan melengkapi karya-karya yang sebelumnya.
Berdasarkan perjalanan pelayaran, al-Mas’udi banyak membuat penelitian dan juga
membuat tulisan tentang pengalamannya dalam berbagai ilmu.

Al-Mas’udi dan Abu al-Hasan Ali ibn al-Husayn ibn Ali al-Mas’ud

KARYA-KARYA

Selaian kitab Taiairu al-Khalaq yang
menjelaskan tentang etika bagi pelajar pemula, ada banyak arya-karya Al-Mas’udi
diantaranya:
Zakha’ir al-Ulum wa Ma Kana fi Sa’ir
ad Duhur (Khazanah Ilmu pada Setiap Kurun)
Al-Istizhar Lima Marra fi Salif al-A’mar tentang peristiwa-peristiwa masa lalu.
Buku ini dan buku di atas telah diterbitkan kembali di Najaf pada tahun 1955 M.
Tarikh al-Akhbar al-Umam min al-Arab wa al’Ajam (sejarah Bangsa Arab dan
Persia)
Akhbar az-Zaman wa Man Abadahu al-Hidsan min al-Umam al-Madiyan wa al-Ajyal
al-Haliyah wa al-Mamalik al-Dasirah,

berisi tentang sejarah umat manusia masa lampau dan bangsa-bangsa sekarang
serta kerajaa-kerajaan mereka. Buku yang terdiri dari 30 jilid ini tidak sampai
ke tangan generasi sekarang. Yang ada sekarang adalah ringkasannya, namun tidak
diketahui pengarangnya. Beberapa manuskrip menyebutkan bahawa ringkasan itu
justru merupakan jilid pertama dari kitab itu. Meskipun demikian, materinya
termuat di dalam dua karya berikutnya.

Al-Ausat, berisi kronologi sejarah
Umum.

Muruj az-Zahab wa Ma’adin al-Jawahir (Padang Rumput Emas dan Tambang Batu
Permata) disusun tahun 947 M.

Kitab ini terdiri atas dua bagian besar. Pertama, berisi sejarah penciptaan
alam dan manusia, sifat-sifat bumi, laut peristiwa-peristiwa luar biasa,
riwayat nabi-nabi, sejarah bangsa-bangsa kuno dengan agama dan alirannya, serta
adat istiadat dan tradisi. Al-Mas’udi banyak mengutif karya para sejarawan
sebelumnya. Kedua, berisi sejarah Islam mulai akhir masa al-Khulafa ur-Rasyidun
(empat khalifah besar) sampai masa awal masa pemerintahan Khalifah al-Mu’ti
dari bani Abbasiyah, kehidupan para budak leleaki dan wanita, mawali (orang
asing, terutama Persia), kehidupan masyarakat umum, pembangunan (seperti
istana) beserta segala perlengkapannya, kebiasaan para pembesar, dan adat
istiadat serta tradisi negeri-negeri yang dikunjunginya.

Al-Mas’udi banyak memaparkan
pembagian bumi ke dalam beberapa wilayah. Menurutnya bentuk daratan dan lautan
merupakan segmen sebuah bola. Kitab yang sekarang disebut kutab turas (Khazanah
Islam Klasik) ini diterbitkan kembali tahun 1895 di Kairo. Kitab ini
diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis oleh A. Sprenger (London, 1841). Pada
tahun 956 al-mas’udi sebenarnya telah menyelesaikan penulisan sebuah kitab yang
konon cakupannya lebih luas dari kitab di atas, tetapi kitab tersebut belum
ditemukan.

At-Tanbih wa al-Israf (Indikasi dan
Revisi) ditulis tahun 956 M.

kitab yang merupakan ringkasan dan memuat beberapa revisi dari tulisannya yang
lain, juga memuat pandangan filsafat-filsafatnya tentang alam dan sejarah. Ia
memaparkan pemikirannya tentang evolusi alam, yaitu dari mineral, tanama,
hewan, sampai manusia. Sebagai contoh terjadinya evolusi itu, ia berpendapat
bahwa jerafah adalah hibrida dari unta dan macan tutul (phanter). Pendapat ini
berbeda dengan pendapat ilmuwan muslim lainnya, yaitu al-jahiz dan Abu Yahya
al-Qazwini, yang menyatakan bahwa jerafah adalah hibrida dari unta betina liar
dan hiena jantan. Kitab ini diedit oleh M.J de Goeje (Leiden, 1894) dan telah
pula diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis oleh Carra de Vaux (Paris, 1897).

Al-Qadaya wa at-Tajarib (Peristiwa
dan Pengalaman)

Mazahir al-Akhbar wa Tara’if al-asar
(Fenomena dan Peninggalan Sejarah)

As-Safwah fi al-Imamah
(tentang Kepemimpinan).

WAFAT

Al-Masudi meninggal dunia di Fustat
(Mesir) pada tahun 345 H atau 956 M.

Waallahu A’lamu

http://www.kertas.web.id/id3/289-186/paper_28621_kertas.html

Related Posts