Bakal Jadi Bos BUMN, Ahok Diklaim Tak Marah-marah Lagi

Senin 18 Npember 2019

Kompas



Figur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang bakal ditunjuk sebagai salah satu pimpinan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, memang mengundang pro dan kontra. Bagi sebagian orang, Ahok memang dikenal sebagai pribadi yang tegas, pekerja keras, dan tanpa kompromi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga dikenal sangat detil dalam pekerjaannya, terlebih soal anggaran. Itu pula yang membuat Menteri BUMN, Erick Thohir kepincut yang ingin meminangnya sebagai salah satu bos di BUMN.

Tetapi, Ahok bukan tanpa kontroversi. Sikapnya yang tegas, sayangnya tidak dibarengi dengan gaya komunikasi yang baik. Sebagai pejabat publik, Ahok kerap bicara ceplas-ceplos, memaki orang dan sering lepas kendali ketika bicara. Gara-gara lisannya pula, Ahok sampai dibui, karena ucapan yang menistakan agama.

Kolega Ahok, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan kalau Ahok dulu, lain sekarang. Selama dua tahun menjalani masa hukuman di penjara Mako Brimob, Ahok diklaim Djarot, sudah banyak berubah. Suatu waktu di Mako Brimob, Ahok pernah menyampaikan bahwa di penjara membuatnya bisa introspeksi diri.

“Mas (Djarot), saya bersyukur pada Tuhan, masuk (penjara) begini saya belajar menguasai diri saya sendiri,” kata Djarot di tvOne, akhir pekan lalu.

Ucapan itu, tentu meyakinkan Djarot. Ahok dulu, lain sekarang. Lebih bijaksana, bisa mengontrol emosinya, tetapi tetap tegas yang menjadi ciri khasnya. Ahok pun siap bilamana dibutuhkan lagi sebagai pejabat publik.

“Pasti dia akan mengubah gayanya waktu di DKI, saya bicara dengan dia, sudah kontemplasi dua tahun, berusaha belajar memahami dirinya, menguasai dirinya,” tambahnya.

Ngomong-ngomong soal tawaran menjadi bos di BUMN. Djarot yang dua tahun mendampingi Ahok sebagai Wakil Gubernur DKI, mengatakan kalau koleganya itu merupakan tipikal eksekutor, cepat beradaptasi dengan medan kerja barunya.

“Jadi, lebih tepat di direksi (ketimbang komisaris), bisa langsung menunjukan kinerjanya,” ujarnya.

Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade juga meminta Ahok mengubah gaya berkomunikasi jika nantinya benar-benar dipilih jadi pimpinan di salah satu BUMN. Menurutnya, Ahok bisa melakukan banyak perubahan tanpa harus menggunakan cara-cara lama, seperti saat menjadi Gubernur DKI.

“Karakternya Pak Ahok selama di DKI, kan petantang-petenteng. Tolong karakternya berubah, ingin melakukan perbaikan, tapi jangan maki-maki orang. Pak Djarot melakukan perbaikan, tetapi enggak maki-maki orang,” ujar politikus Gerindra ini. (asp). {Source : Viva]

Related Posts