Dampak Konflik atas Nama Agama dan Kesepakatan dua Tokoh Islam-Kristiani

Penulis: Dr (HC) KH. Husein Muhammad
Kamis 21 Nopember 2019

Ilsutrasi : NU-online



Konflik atas nama agama berdampak panjang dan jauh, untuk generasi masa depan. Sejarah peristiwa “al-fitnah al-kubra”, telah menciptakan petaka kemanusiaan yang belum berhenti meski telah berpuluh abad.


Deklarasi kemanusiaan Universal yang disepakati dunia, 74 tahun lalu, belum mampu menghentikan “fitnah” itu, meski sudah mereduksi.


Misi agama sejatinya adalah menyatukan mereka yang bermusuhan, dan mempersaudarakannya serta membangun peradaban yang didasarkan atas prinsip-prinsip kemanusiaan. Ia sama sekali bukan untuk memporakporandakan dan menyalakan api permusuhan.


Mengomentari pandangan-pandangan Ibn Rusyd, dua tokoh Islam dan Kristiani sepakat bahwa:


الاديان كلها طرق للفضيلة والصلاح والوءام والعدل والرحمة والمحبة والسلام لاللفساد والجهل والظلم والافتراق والبغضاء والعنف وهذا هو الغرض من الاديان



Semua agama hadir untuk membimbing manusia ke jalan hidup utama, menciptakan kehidupan sosial yang baik, menjalin persaudaraan, keadilan, kasih sayang, cinta dan kedamaian, bukan untuk menciptakan kerusakan, pembodohan manusia, penindasan, saling membenci dan kekerasan. Ini adalah tujuan semua agama.


19.11.19
HM

Related Posts