Antara Mahasiswa Kupu-kupu dan Mahasiswa Kura-kura

Pelantikan pengurus BEM inspirasi
STAI Ma’had Aly Al-Hikam Malang

Hai para mahasiswa, sudah tau apa itu mahasiswa kupu-kupu dan mahasiswa kura-kura, saya saja baru tau. Yah mungkin sebagian diantara mahasiswa sudah tau, atau sudah pernah mengalami dua-duanya, pernah jadi mahasiswa kupu-kupu dan dan mahasiswa Kura-kura. Tapi alangkah baiknya saya akan jelaskan terlebih dahulu apa itu mahasiswa kupu-kupu dan mahasiswa kura-kura? Kalian nanti bisa menganalisis dirinya masing-masing, termasuk bagian manakah anda saat ini?

Begini guys.. mahasiswa kupu-kupu adalah mahasiswa yang pekerjaannya kuliah pulang, kuliah pulang, ya itu tok kelakuannya. Nugas ya seadanya, apalagi kampus swasta bisa dipastikan tugas tidak terlalu berat lah, kecuali memberatkan diri, menyibukkan diri dengan sesuatu yang tidak begitu penting. Sedangkan mahasiswa Kura-kura adalah mahasiswa yang kuliah rapat, kuliah rapat. Mahasiswa yang seperti ini biasanya adalah mahasiswa yang aktif dalam keorganisasian, aktif dalam kegiatan kepanitiaan, aktif dalam komunitas. Jadi mahasiswa Kura-kura tiap harinya disibukkan dengan kegiatan rapat koordinasi dengan beberapa pihak. Melatih memberikan kontribusi terhadap program yang direncanakan.

Mahasiswa kuat adalah mereka yang siap disibukkan dengan urusan umat, bukan menyibukkan umat. Dengan aktif diberbagai kegiatan organisasi dan Kepanitiaan berpotensi menumbuhkan karangka berpikir yang luas dan lugas. Tidak hanya prestasi akademik yang diraih melainkan prestasi non akademik. Menyambungkan konektivitas pikiran melalui kemampuan berpendapat.

Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly Al-Hikam Malang, baru saja menyelesaikan musyawarah besar (Mubes) yang diselenggarakan pada tanggal 30-31 April 2018 Minggu lalu. Didalam mubes itu dilaksanakan pemilihan presiden BEM secara demokratis. Mekanisme yang dipakai menyesuaikan dengan ideologi kenegaraan kita, sebagai bentuk kecintaan terhadap Indonesia.

Mubes merupakan wadah aspirasi mahasiswa dalam mencari sosok presiden BEM STAI Ma’had Aly Al-Hikam Malang yang cocok dan bisa membawa kampus menjadi lebih baik, bukan sekedar euforia mahasiswa dalam menyambut kemenangan, tetapi lebih dari itu, mengemban tugas besar dalam memimpin.

Sebagai mahasiswa sudah saatnya kita keluar dari zona nyaman. Tidak cukup keintelektualan ini dipakai hanya diforum-forum seminar saja, bangku kuliah, diskusi dan talkshow tanpa dibarengi tindakan nyata untuk membantu rakyat keluar dari kesengsaraan. Sepintar apapun orangnya, secerdas apapun otaknya, sehebat apapun perdebatannya jika tidak disertai tindakan nyata dari hasil itu, maka sama halnya kita melakukan onani intelektual.

Organisasi yang menjadi titik paling menentukan di kampus untuk menunjang kemaslahatan umat, tentu harus dimaksimalkan secara konkret dan aplikatif, seperti adanya BEM, UKM dan lain-lain. Jadikan organisasi tersebut sebagai penggagas sebuah perubahan transformatif menuju masyarakat madani. Nur Cholis Majid pernah mencetuskan jika semua pemuda memiliki semangat dan visi yang sama, maka transformasi masyarakat menuju masyarakat Madani akan dapat diwujudkan.

Dulu saya pernah anti terhadap keorganisasian. Bahkan sebagian orang pernah menghimbau saya untuk tidak ikut dalam keorganisasian, dikarenakan menganggu proses belajarmu, ia tidak sadar bahwa dalam organisasi juga bagian dari proses belajar. Tapi dengan kepercayaan dan tekad yang kuat semenjak saya gabung dengan PMII prestasi akademik saya tidak pernah bermasalah, walupun saya belum bisa bersaing dengan mereka yang memang fokus dengan prestasi akademik. Setidaknya prestasi non akademik saya akan memberikan warna tersendiri bagi saya.

Tahun ini saya diminta sebagai menteri kajian ilmiah BEM STAI Ma’had Aly Al-Hikam Malang, dengan senang hati saya sedikitpun tidak pernah ada niatan menolak. Ini tugas saya, dan saya harus mempu melaksanakannya sebaik mungkin, tanpa harus mengeluh dan mengurangi produktifitas kerja. Mampukah saya? Apa yang harus saya berikan dengan adanya tugas ini melihat saya masih sebagai mahasiswa amatiran? Ini hal yang sering menjadi pertanyaan saya sampai saat ini.

Seiring berjalannya waktu, saya akan jawab pertanyaan ini dengan penjelasan lebih lanjut. Mari berkhidmat kepada umat dengan penuh iklhas dan semangat.

Santri Mahasiswa Al-Hikam Malang

Related Posts