Isro’ Mi’raj Guna Memperbaiki Kualitas Hidup

Peringatan Isro’ Mi’raj
Madin Al-Hikam

Isro mi’raj merupakan salah satu hal yang tidak bisa kita nalar dengan akal pikiran. Perjalanan dari masjidil haram ke masjidil aqsha, dilanjutkan naik ke Sidratul Muntaha melalui langit yang berlapis tujuh dengan hanya menempuh waktu semalam saja sedangkan jarak tempuhnya cukup jauh luar biasa menurut  prediksi manusia.

Dengan adanya kejadian ini tentu banyak sahabat yang tidak percaya, dan bertanya-tanya. Apakah betul nabi Muhammad melakukan ini? Semua sahabat hampir mayoritas belum bisa percaya atas kejadian ini. Hanya sahabat abu bakar saja yang percaya atas apa yang diceritakan Rasulullah ini, karena itu abu bakar dijuluki Asshiddiq. Karena yang percaya atas kejadian ini pertama kali adalah Abu bakar.

Masih banyak pertanyaan para sahabat yang pertanyaannya itu berdasarkan hipotesis sehingga tidak bisa terjawab karena pada hakikatnya kejadian ini tidak bisa dilogikakan dan tidak bisa kita lacak tahap demi tahap dan fase kejadiannya. Jadi hal apa yang penting dalam peringatan isro’mi’raj pada tatanan sosial kita. Tentu ketika mau berpikir banyak hal yang dapat kita ambil pelajaran dari kejadian isro’ mi’raj ini.

Namun sekali lagi, meskipun kejadian ini tidak bisa kita cermati melalui nalar tetapi menganalisis peristiwa ini tentu harus dengan pikiran sehingga bisa menemukan kesimpulan dan pelajaran. Rasullullah adalah makhluk yang dijaga dari perbuatan buruk (Al Maksum), sehingga tidak mungkin Rasullullah Saw berbuat buruk, tetapi Rasullullah terus beristighfar lantas buat apa istighfar Rasullullah itu, melihat Rasullullah sudah Maksum, inilah beberapa yang hal yang perlu kita contoh, apalagi kita yang tak punya jaminan Al Maksum, tentu harus lebih ekstra dalam melakukan istighfar kepada Allah SWT.

Dalam kejadian isro’mi’raj ini, pada dasarnya merupakan cara dan pola dalam memperbaiki kualitas hidup baik dari cara berpikir dan berinteraksi sosial. Dari sekian banyak kejadian yang terjadi di dunia mulai dari gesekan-gesekan biasa hingga yang luar biasa mulai sudah tidak bisa kita carikan problem solvingnya. Sehingga dalam isro’ mi’raj ini  melatih bagaimana cara mengahadapi hidup yang sarat dengan masalah-masalah, tantangan dan ujian yang tidak mungkin lepas dari kehidupan kita.

Berpikir vertikal merupakan hal paling penting dalam mengahadapi masalah sosial di era sekarang ini, sehingga sedikit demi sedikit akan menangkap makna dari permasalahan itu. Rasulullah bisa menembus langit ke tujuh entah jasad dan ruhnya bersamaan tau tidak, Wallahu a’lam. Namun ini membuktikan bahwa langit memang benar-benar berlapis tujuh dan mampu ditembus oleh Rasulullah. Artinya apa, dengan kejadian ini mengajarkan kita untuk terus berusah menambah wawasan keilmuan tidak hanya dalam jarak yang dekat namun bisa dengan jarak yang jauh pula

Dengan masuknya arus teknologi informasi, tentu ini merupakan poin penting dalam menganalisis peristiwa-peristiwa luar biasa seperti isro’mi’raj ini. Jika kapal saja bisa terbang dengan cepat maka kendaraan Rasulullah lebih cepat 10 kali lipat dari pesawat itu. Ketika peristiwa ini terjadi. Banyak seorang ilmuan berpikir apa iya kita tidak bisa terbang layaknya Rasullullah walupun secara kapasitas dan kualitas jauh dibanding Rasullullah. Inilah muncul seorang sosok Bj Habibie seorang pionir dalam merangkai pesawat terbang. Bj Habibie merupakan sosok yang mampu meneladani Rasulullah dalam satu bidang keilmuan.

Namun dari sekian banyak pesawat terbang yang diproduksi tak bisa melebihi kecepatan yang ditunggangi Rasulullah ketika melakukan isro’ mi’raj. Tidak ada yang perlu disombongkan atas apa yang menjadi keberhasilan kita karena sejatinya masih banyak hal yang lebih luar biasa diluar itu semua.

Peristiwa isro’ mi’raj mengajarkan kita bagaimana hidup ini bisa memberikan keringanan terhadap orang lain, tidak membebani hidup orang. Bayangkan bagaimana Rasulullah Saw memperjuangkan jumlah sholat yang awalnya 50 hingga menjadi 5 hanya demi umatnya.

Hingga kini kita tau betapa pentingnya meringankan beban orang lain. Perjuangan Rasulullah bukan karena ketidakmampuan Rasulullah dalam menjalani perintah 50 itu. Namun beliau terus memikirkan umatnya karena beliau yakin umatnya tidak akan mampu melakukan sebesar jumlah 50 itu. Sungguh ini merupakan hal nyata. Bayangkan 5 saja masih banyak yang lalai apalagi 50.

Di samping itu, peristiwa isro’mi’raj merupakan awal diperintahkannya sholat oleh Allah SWT kepada Rasulullah Saw secara langsung. Sehingga dalam pelaksanaan sholat tidak ada toleransi dalam meninggalkannya. Dan penting untuk ditanamkan sejak dini agar hal ini terus tertanam dalam hatinya hingga dewasa dan ajal menjemputnya.

Semoga kita termasuk bagian dari umat Rasulullah yang selalu siap berjuang di jalan Allah SWT.

Santri Mahasiswa Al-Hikam Malang

Related Posts