Perempuan Tidak Boleh Takut Menjadi Pemimpin

Perempuan inspiratif,
menjadi sosok pemimpin inspiratif

Satu dari sekian banyak perempuan yang mampu menduduki kursi presiden Republik Indonesia adalah Megawati Soekarnoputri, ia merupakan presiden ke 5 setelah presiden Soekarno, Soeharto, Bj Habibie, dan Gus Dur. Kemudian muncul generasi berikutnya, seperti ibu Risma sebagai walikota, ibu Khofifah Indar parawansa sebagi Menteri, Sri Mulyani sebagai menteri.

Ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki hak yang sama dalam menduduki posisi kepemerintahan. Hilangkan stigma masyarakat bahwa perempuan hanya pelayan pinggiran, hanya jadi karyawan rumah tangga. Dari segi fisik mungkin perempuan kalah dari laki-laki tetapi bukan itu yang menjadi parameternya, yaitu kemampuan dalam mengatasi permasalahan, cerdas dalam dalam mengambil keputusan.

Belakangan ini banyak muncul tokoh politik perempuan yang visioner, seperti Grace Natalie Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, dan beberapa jajaran pengurusnya seperti Tsmara. Ini menandakan bahwa perempuan memiliki potensi besar dalam memimpin. Kini perempuan memiliki peran dalam semua perubahan ideologi dan pemikiran.

Perempuan memiliki partisipasi yang lebih. Salah satu bentuk partisipasinya adalah musyawarah dalam proses pengambilan keputusan. Perempuan menyenangi musyawarah, mengungkapkan perasaan, dan partisipasi. Ini merupakan sifat yang baik yang dianjurkan oleh pakar manajemen kepada semua pemimpin masa kini. Bukankah Ratu Saba’ pernah berkata, “Berkatalah dia (Balqis), ‘Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku ini aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelisku.” (an-Naml:32)

Disamping itu perempuan memiliki rasa kasih sayang dan memahami kebutuhan-kebutuhan orang lain. Dalam membangun hubungan-hubungan, perempuan condong membuat pengikutnya mencintai dengan tulus dan sejati, bergerak bersama dalam dalam mencapai tujuan dengan penuh kesadaran.

Kemampuan berdialog yang semestinya harus dan terus digali oleh seorang perempuan, menjadi modal besar dalam kepemimpinan. Perempuan lebih siap untuk berbicara dan berdialog sehingga mencapai solusi terhadap persoalan-persoalan. Masih ingat kisah khaulah binti Tsa’labah dulu, ia memiliki kemampuan yang bagus dalam berbicara dan berani berdebat dengan Nabi Muhammad saw.

Ruang sudah terbuka lebar, perempuan memiliki peran yang sama dalam menunjukkan kemampuannya untuk menemukan solusi-solusi yang belum pernah ada dan menyumbangkan ide-ide pemikiran untuk mengubah cara kerja untuk menyesuaikan dengan perkembangan dunia yang terjadi secara cepat. Ini salah satu kesempatan besar untuk menunjukkan kekreatifan perempuan dalam segala aspek kehidupan.

Tidak ada undang-undang yang mengatur dan melarang seorang perempuan memegang sebuah kekuasaan di republik ini, banyak bukti nyata bahwa pemerintahan dibawah seorang perempuan banyak yang berhasil. Di Pakistan ada Benazir Buto, Di Inggris ada Margaret Teacher, dan masih banyak lagi pemimpin-pemimpin perempuan yang mampu dan berhasil membawa negara/masyarakatnya pada kesejahteraan.

 Mari kita sama-sama memiliki rasa kesadaran dalam membangun kemajuan bangsa dan negara tercinta. Mari kita berpikir lebih terbuka, sportif, dan proporsional dalam menyikapi persoalan-persoalan baru yang sering muncul ditengah-tengah masyarakat. Mari kita beri kesempatan yang sama dan hak yang sama atas perempuan dalam mengembangkan kerangka kerja dan membangun kemajuan bangsa Indonesia tercinta ini.

Tunjukkan rasa hormat kita kepada kaum perempuan, yang mana semakin hari kehormatannya terus diinjak-injak. Semoga kaum perempuan selalu menjaga marwah keperempuanannya, bersih hati, santun, cerdas, bijak, dan profesional.

Santri Mahasiswi Al-Hikam Malang

Related Posts