Trend Selembar Kertas Doa Dari Orang yang Umroh, Pentingkah?


Penulis: Moh Syahri


Seberapa pentingkah memesan doa kepada orang yang sedang umroh ataupun haji lewat selembar kertas? Jangan-jangan hanya untuk gaya-gayaan, keren-kerenan, ini lo saya didoakan lewat selembar kertas putih yang bertuliskan “semoga Fulan segera menyusul ke sini” Amien. Sah sah saja.


Ada yang lebih waw dan kece lagi ketika pasangannya juga disebut. Hem,,,,kayaknya surprise sekali. Alih-alih bikin pasangan kita lebih lengket dan lebih sayang. brukakakakak


Fenomena seperti ini banyak terjadi pada kalangan remaja tertentu yang katanya memiliki ekspektasi tinggi untuk pergi umroh minimal. Jadi lewat selembar kertas pesanan yang berisi doa yang berlatar belakang Kakbah rasanya cukup mewakili doanya yang selama ini terus dipanjatkan dalam sebaris doa. Sae-sae saja,


Saya tidak tau apa maksud permintaan itu apa, menyuruh menuliskan doa di atas kertas itu tujuannya sebagai apa. Kenapa tidak meminta doa melalui lisan saja. Bukankah itu lebih afdhol dan mujarab. Kenapa harus ditulis di kertas yang kemudian rasanya tidak sah jika tidak harus di posting di media sosial. Husnudzan saja.


Tapi memang seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, tidak bisa kita pungkiri bahwa alas media sosial sangat signifikan dijadikan tempat untuk bermanja-manja, berkompetisi, menampilkan apa saja yang bisa memuaskan dan dianggap penting. Tidak terkecuali mencurahkan isi hati yang lagi dirundung malang nestapa dan kebahagiaan yang kini sedang dinikmati.


Baca juga: Liburan yang Katanya Tidak Terlalalu Penting-penting Amat, Kata Siapa?



Di desa saya setiap kali ada orang mau berangkat haji atau umroh ke tanah suci mekah, biasanya memang rame-rame, berduyun-duyun menitipkan doa agar supaya bisa nyampe juga ke tanah suci, dan ini sangat dianjurkan oleh agama. Karena di tanah tempat Rasulullah lahir dan meninggal sangat mustajab sekali untuk memanjatkan doa.


Bahkan tidak hanya menitipkan doa, menitipkan salam juga kepada Rasulullah Saw dan para sahabatnya. Yang lebih banyak lagi nitip dan mesan barang-barang seperti sejadah, kurma, air zam-zam, tasbih, minyak Hajar Aswad, kopiah, jubah dan makanan khas Mekah. Yo mbuh opo maksudde, dikira orang mau rekreasi dan hiburan, kok dipesanin barang segala.


Kembali lagi ke pesanan doa lewat selembar kertas dari orang yang sedang umroh yang belakangan ini lagi trend di kalangan anak muda pada umumnya. Meminta doa tidak masalah, memesan doa pun tidak masalah, bahkan memesan doa untuk dituliskan di atas kertas pun tidak masalah. Lah, yang Jadi yang jadi masalah apa? Artinya tidak ada yang menjadi masalah


Namun yang menjadi perhatian, lewat selembar kertas yang berisikan doa berlatar belakang Kakbah itu, sudahkah meminta doa yang sesungguhnya kepada peumroh itu? Karena belum tentu juga dengan menuliskan doa itu peumroh itu mendoakan anda yang sesungguhnya di tanah suci itu. Jangan-jangan ia hanya menulis saja karena perihal pesanan tanpa ada maksud benar-benar mendoakan.


Tapi jangan main nge-gas dulu, mari kita turunkan dulu tendensi nafsu anda untuk memahami tulisan ini. Alih-alih untuk bisa lebih rileks, enjoy, sambil menikmati seduhan kopi. Orang baik pasti akan mendoakan sesamanya di manapun dan kapanpun ia berada.


Ternyata benar juga bahwa “Umroh itu penting. Tetapi jauh lebih penting kualitas doa dimanapun kita bisa mendekat pada Tuhan. Karena Tuhan ada di hati kita, meraja di hati kita, bukan di Arab.”


Wallahu’alam


Sumber Foto: busy.org

Related Posts