Berdakwah di Gereja, Kenapa Tidak!

Foto_amin_mudzakir

Penulis:  Amin Mudzakir


Atorcator.Com – Sudah berulang kali saya diundang ke gereja. Kemarin di Gereja St. Yohannes Maria Vianney, Cilangkap. Saya menyampaikan materi tentang hoaks dan memori kolektif Islam politik.


Ide pokoknya adalah hoaks terjadi bukan karena ada pihak yang memproduksi, tetapi juga ada pihak yang mengkonsumsi. Dalam hal ini hoaks sesungguhnya hanya membuka kolektif memori yang telah tertanam lama dalam kesadaran sekelompok masyarakat tertentu. Di Indonesia, kolektif memori yang dimaksud adalah Islam politik–suatu imajinasi dan aspirasi yang ingin memformalisasikan negara Islam, khilafah, atau NKRI bersyariah.


Oleh karena itu, hoaks bisa laku di sebuah kelompok masyarakat, tetapi bisa juga tidak di kelompok masyarakat yang lain. Tentu saja, laku atau tidak laku ini tergantung materi hoaksnya itu sendiri. Yang saya presentasikan kemarin adalah sejumlah hoaks di seputar isu agama.


Namun poin yang ingin saya sampaikan di sini adalah bahwa gereja bukan tempat yang mengancam seperti dirasakan oleh sebagian Muslim. Ketika masuk ke sana saya Muslim, ketika keluar pun tetap Muslim. Tidak ada yang berubah. Bahkan di Gereja saya bisa “berdakwah” kepada umat Kristen mengenai keragaman paham, khususnya terkait politik, di kalangan Muslim.


Sudah saatnya Muslim dan Kristen saling bertanya dengan pikiran terbuka. Saya cukup yakin berbagai hoaks yang berkembang di kedua sisi umat bisa tertangkal dengan sendirinya. Hanya dengan itulah Indonesia akan melangkah tegap ke masa depan tanpa dibebani oleh prasangka.

Related Posts