Padukan Hakikat dan Syariat - Atorcator
Latest Update
Fetching data...

Selasa, April 16, 2019

Padukan Hakikat dan Syariat

nu.or.id

Penulis: Ahmad Maimun Nafis

Atorcator.Com - Keindahan Islam salah satunya terletak pada seni memadukan segala aspek di dalamnya seperti aspek akidah, syari'ah dan sebagainya. Kita dituntut untuk meyakini satu paham teologi tertentu namun kita juga dituntut untuk mematuhi aturan Syari'at.
. . . . . .
Contoh kecil:
1.      Secara teologis kita meyakini bahwa seluruh yang terjadi di alam raya ini adalah bagian dari takdir Allah SWT. Dan sebagai muslim, kita wajib meridhoi dan menerima segala keputusan takdir.

{ إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ (49) }  القمر[ 49 ]
.
2. secara syari'at kita diwajibkan untuk mengingatkan sesama.

{ كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ}  آل عمران[ 110 ]
. . . . .  . . .
Dari dua aspek tersebut jika tidak dipadukan dengan baik hasilnya demikian.
.
1. Seorang terlalu melihat aspek akidah saja akan berkata "walaaah... Sudah tidak usah diingatkan, dia melakukan maksiat itu yaaa karena takdir Tuhan juga. Jadi biarkan saja". Semangat juang dalam hatinya redup.
.
2. Orang yang terlalu ekstrim melihat syari'at malah sebaliknya, ia akan berjuang sekuat tenaga untuk mengingatkan, menegur dan menghentikan kebiasaan buruk orang lain. Gersang hatinya jika ia lupa bahwa yang merubah isi hati seseorang adalah sang penguasa takdir, bukanlah dirinya.
. . . . . . .
Perpaduan yang baik adalah kita tetap harus berusaha mengingatkan sesama. Namun di dalam lubuk hati, kita perlu ingat bahwa kesalahan yang dilakukan orang lain adalah bagian dari takdir, dan perubahan dalam diri orang lain juga bagian dari takdir.
....
Ia tidak akan kecewa jika orang yang ditegurnya tidak mempedulikan karena ia sadar bahwa tugasnya hanya mengingatkan bukan merubah seseorang. Dan ia tidak akan congkak ketika seseorang bisa berubah sejak bertemu dirinya karena ia sadar perubahan dalam diri orang lain adalah bagian dari kekuasaan takdir.
.
Sudah

Sumber: Status Facebook Maimun Nafis