Sialnya Dipanggil “Gus” Atau “Kiai” - Atorcator
Latest Update
Fetching data...

Sabtu, April 13, 2019

Sialnya Dipanggil “Gus” Atau “Kiai”

isfcogito

Penulis: Muhammad Al-fayyadl

Atorcator.Com - Tidak ada korelasi niscaya antara orang-orang yang dipanggil "Gus", "Kiai", atau "Ustadz" dan keberpihakan kepada lapisan umat yang tertindas atau terbelenggu ketidakadilan struktural.

"Gus", "Kiai", "Ustadz" adalah status sosial, keberpihakan adalah komitmen sosial. Dua hal yang berbeda. Banyak dari mereka yang berpihak, tidak punya status sosial tertentu -- berasal dari kalangan yang sering dicibir "orang yang tak jelas latar belakangnya". Di sisi lain, yang memiliki status sosial cukup terpandang tak selamanya terlatih untuk berpihak, karena relatif berada dalam zona aman dan nyaman.

Terlalu naif kita berharap para tokoh yang memiliki status-status sosial tersebut vokal secara konsisten dan ada bersama kaoem yang terpinggirkan. Mereka punya "dunia"-nya sendiri, "alam"-nya sendiri. Berharap demikian tidak otomatis mengubah keadaan. Lebih tepat berharap solidaritas dari sesama rakyat, sesama "orang yang tak jelas". Perkara sewaktu-waktu para tokoh dengan status sosial semacam itu berada di barisan rakyat atau proletariat, anggap itu tambahan amunisi dan kekuatan. Tapi tanpa mereka pun, gerakan tetap harus berjalan, solidaritas tetap harus dibangun.

Refleksi dari seorang yang ketiban -- sialnya -- dipanggil "gus" atau "kiai".