06/04/2020

Imam Ahmad dan Syaikh Pemberi Makan Anjing

NU-Online
Penulis: Robert
Azmi

Atorcator.Com
Terdengar kabar ke Imam Ahmad. Bahwa ada orang luar biasa nun jauh
di seberang sungai sana, yang hafal sepertiga hadis Nabi SAW. Bergegas Beliau
ingin mengunjunginya. Apalagi kalau bukan untuk mendapatkkan ilmu hebatnya.
Ketika sampai
di sana. Beliau menemukan orang sepuh yang sedang memberi makan anjing. Imam
Ahmad mengucapkan salam dan dijawab singkat, lalu yang disalami tetap
meneruskan kegiatannya, menyuapi si anjing. Di hati sang Imam, terbesit
perasaan kalau orang tua itu lebih asyik dengan anjingnya, tidak mengharap
kehadirannya. Setelah selesai memberi makan si guk guk, orang sepuh itu baru
menoleh pada Imam Madzhab itu.
“Dihatimu,
terbersit: Aku lebih asyik dengan anjing tadi, dan tidak ingin menemuimu,
kan?!”. Sergah sang Kakek.
“Iya,”
Lalu, “Dulu,
aku pernah diberi hadis oleh Abu Zinad dari A’raj, dari Abu Hurairah
Radliyallahu Anhum, Bahwa sungguh! Baginda Nabi Shallallahu ‘Alayhi
Wasallama
pernah bersabda:

من
قطع رجاء من ارتجاه قطع الله رجاءه منه يوم القيامه فلم يلج الجنة

‘Barang siapa
memutus harapan orang yang berharap padanya, maka Allah akan memutuskan harapan
orang itu pada hari Kiamat, dan tidak masuk syurga,’
Dan kamu tahu?
Bumi kita ini, untuk semua makhluk, bukan cuma milik anjing semata. Anjing ini,
menghampiriku dan meminta makan padaku. Aku takut memutus harapannya, hingga
kelak di hari kiamat, Allah akan memutus harapanku”.
“Hadist ini,
mencukupiku” kata Imam Ahmad. Kemudian Beliau langsung kembali pulang ke
kediamannya.
Tapi, yang
tersulit di akhir zaman penuh keruwetan ini adalah tingkah laku orang-orang
yang memanfaatkan para manusia berhati lembut dan pemberi bantuan untuk
keuntungan pribadinya, bahkan untuk menipu yang iba padanya. Padahal kebanyakan
kita, tidak tahu hati terdalam mereka, apakah mereka jujur atau memperdaya. Lha
terus? Ah, Entahlah, semuga slamet. Ben Duso-duso dewe.

Wallahu A’lam
bis-Shawaab


Hayatul Hayawan
Kubra Imam Daamiri
. Dengan sedikit penambahan dan
penyesuaian bahasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *